2010/12/29

Wartawan dimata saya


Sengaja kali ini judulnya pendek. "Kalau buat judul jangan panjang-panjang... kalau bisa dibawah tiga kata", begitu petunjuk pak pemred sewaktu memeriksa tulisan saya.

Sebelum akhirnya menjadi wartawan, saya punya gambaran sendiri tentang profesi yang satu ini. Menjadi wartawan itu mengabadikan sebuah momen kedalam untaian kata dan gambar. Sebuah profesi yang sangat saya inginkan. Mengingat saya suka menulis dan mengamati sesuatu.

Namun, wartawan bukanlah sebuah profesi. Lebih dari itu. Untuk menjadi wartawan harus lebih dari sekedar "ingin". Butuh tekad yang besar untuk bisa melakoni pekerjaan ini. Sedikit saja kegamangan timbul, kita bisa mundur (seperti saya..hehe).

Menjadi wartawan butuh otak yang lumayan encer. Minimal seorang wartawan pemikirannya harus selevel dengan narasumber. Lebih tinggi lebih baik. Tidak lucu ketika interview wartawannya malah ak uk ak uk nggak bisa diajak ngomong.

Selanjutnya anda perlu fisik dan mental superman untuk menjadi wartawan. Dan benar seperti yang diceritakan oleh five for fighting bahwa menjadi Superman is not easy. Nggak boleh sakit. Tidak ada waktu untuk sekedar demam atau pilek. Panas, hujan, badai tidak boleh menghambat. Ingat, koran harus terbit. Fisik superman juga diperlukan karena jam kerjanya panjang. Mm.. lebih tepatnya sangat panjang. Dan ini yang menyebabkan saya KO. KO tidak hanya secara fisik, namun juga mental. Terlalu lamanya saya di luar, kadang saya berpikir kehidupan saya sendiri hilang.

Dan terakhir, tidak terlepas pula soal materi. Tidak perlu saya ceritakan berapa gaji wartawan. Silahkan di search sendiri di google. Banyak yang sudah membahas hal ini. Dan jangan kaget membacanya.

Namun saya salut sekali dengan wartawan. Apalagi wartawan yang bersih. Karena sungguh tidak mudah. Beban kerja dan tingkat stress tinggi. Jam kerja panjang, dan gaji, ya begitulah. Salut saya kepada para senior yang sudah bertahun tahun menekuni bidang ini.

Sekarang, biarlah menulis hanya sekedar hobi untuk saya. Sebagai tempat untuk mengasah sisi intelektualitas diri saya. Dan anda yang bercita cita menjadi wartawan, silahkan, teruskan. Siapa tahu anda cocok dengan profesi yang satu ini. Bersiaplah untuk mendapatkan segudang pengalaman menarik di dalamnya.

Satu tahap lagi dalam hidup terlewati


Rasanya sudah lamaaa sekali nggak ngeblog, walaupun baru seminggu lebih. Terlalu banyak hal terjadi, terlalu banyak yang diingat membuat hari terasa begitu lama. Selama seminggu saya mendapatkan pengalaman baru. Berawal dari diterimanya saya menjadi wartawan di salah satu koran lokal yang juga merupakan bagian dari koran yang cukup terkenal di Indonesia (akan saya ceritakan di artikel selanjutnya).

Yang jelas sekarang saya merasa lebih mensyukuri hidup. Begitu banyak masalah yang terjadi di luar sana. Saya benar - benar belajar banyak hal. Dan syukur, saya tidak perlu mengalami hal tersebut untuk mendapatkan hikmahnya. Ternyata hidup saya selama ini sempurna! terlepas dari kekurangan dan kegagalan yang pernah saya alami.

Dulu saya sangat ingin sekali menjadi wartawan. Alhamdulilah sudah dikabulkan. Setelah saya sempat mencicipi, saya sadar kalau ini bukan hidup yang saya inginkan. Satu lagi teori dalam hidup ini yang saya temukan. Apalah yang diketahui manusia dari keinginannya. Kadang kita sendiri pun tidak tahu apa yang kita inginkan, apa yang kita sukai. Kadang kita mengira menyukai sesuatu yang sebenarnya tidak disukai. Aneh kan? Jalan keluar terbaik adalah meminta kepada Sang Pencipta, berdoa. Karena apa yang diberikan kepada kita bukanlah apa yang kita inginkan, namun sesuatu yang kita butuhkan, sesuatu yang terbaik untuk kita.

Setelah saya pikir matang-matang, akhirnya saya pun mengundurkan diri. Sebenarnya tidak enak juga. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk sekedar coba - coba atau bermain - main. Saya serius, sangat serius malah. Namun semakin hari saya semakin menyadari kalau saya tidak terlalu cocok dengan pekerjaan ini. Dan kalaupun diteruskan, saya takut saya tidak bisa melakukan pekerjaan saya ini dengan baik, karena ada perasaan yang mengganjal.

Masih ada satu lagi cita cita yang tersisa. Namun, saya sendiri pun tidak tahu apakah ini juga benar benar yang saya inginkan. Yang jelas, berusaha untuk terus belajar. Berusaha untuk mencari lagi kesempatan. Siapa tahu saya menemukan yang cocok, dan bisa saya jalani dengan baik. Semoga saja. Aminn.

2010/12/09

Pak Pos si pengantar asa


Fiuh, mendaftar cpns itu memang lumayan ribet. Sebelum mendaftar terlebih dulu harus mengumpulkan syarat syaratnya. Entah itu materai, sampai dengan keterangan mencari kerja. Memang aneh, sudah jelas saya ini mencari kerja, ee masih perlu juga surat yang membuktikan saya ini sedang mencari pekerjaan. Setelah persyaratan lengkap berkas lamaran pun dikirimkan melalui pos. Selesai. Selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menungu. Menunggu dan menunggu. Ternyata balasan surat yang juga berisi keterangan bisa ikut tes atau tidak lama sekali datangnya. mungkin karena saya mendaftar di kabupaten yang berbeda. Makanya waktu yang diperlukan juga lumayan lama.

Hari ini, dua hari menjelang tes, akhirnya saya datang ke kantor pos kecamatan setempat. Saya menanyakan surat balasan cpns. Pak petugas menjelaskan kalau surat baru saja diambil petugas pos keliling. Saya pun pulang. Di jalan saya menjumpai sosok berwarna orange menyala. Wah, pak pos!! akhirnya drama kejar kejaran pun terjadi. Ajaibnya pak pos ini cepat sekali menghilang. Dengan honda supra fit kendaraan dinasnya lincah meliuk liuk gang gang sempit. Sesekali saya kehilangan jejak karena terhambat lalu lintas. Ketemu lagi sosok orange langsung saya kejar lagi. Asem, kesekian kalinya saya kehilangan jejak. Ya wislah, akhirnya saya memutar, pulang saja. Ternyata takdir memang misteri. Yang tadi dicari cari nggak dapet dapet, ee sekarang mau ditinggal pulang ternyata pak pos tersebut nongol di belakang saya, entah darimana. Alhamdulilah.

Akhirnya setelah saya panggil pak pos tersebut menepi. Saya menanyakan surat balasan cpns. Alhamdulilah ternyata surat untuk saya ada. Saya juga menanyakan 2 surat lain dari kabupaten yang berbeda. Ternyata belum ada. Ya sudahlah. Semoga yang lainnya besok sudah sampai. Amiin.
Terima kasih pak pos, si pengantar asa.

2010/11/16

Alhamdulillah, artikel pertama saya di media cetak

Bagi bro yang berada di area jawa timur dan berlangganan Harian Surya, mungkin kemarin (selasa, 16 november) sempat membaca artikel mengenai blog. Artikel itu ditulis oleh Muchamad Robby aka juragan blog ini..hehe. Sebenarnya saya cuma iseng menulis sesuatu dan kemudian mengirimkannya ke harian surya. Ee.. lakok kemarin saya liat ternyata dimuat. Alhamdulillah. Seneng rasanya. Bayangkan berapa ribu eksemplar yang dicetak tiap hari, dan kemarin artikel saya nongol di setiap eksemplarnya.Tulisan saya banyak yang diedit..hehe. Bingung sebenernya. Di ketentuan ditulis harus sesuai ejaan yang disempurnakan. Nulisnya saya ati ati saya pikir sebaku mungkin, tp ternyata yang dimuat justru agak tidak baku..hehe. Tapi memang lebih luwes dan enak dibaca.

Ini penampakan artikel saya di harian Surya:

2010/11/09

Aneh, Putri Indonesia Belajar Bahasa Indonesia

Xixixixi, membaca jawapos hari ini ada sesuatu yang menggelitik. Di halaman show dan selebriti terpampang jelas judul artikel putri indonesia belajar bahasa indonesia. Bagi saya kok aneh ya? putri indonesia kok nggak bisa bahasa indonesia. Pasti ini nggak tahu sumpah pemuda,
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Menurut saya putri Indonesia yang dulu, yang nggak bisa berbahasa Inggris jauh lebih mencerminkan rasa Indonesianya. Wajar lah orang Indonesia nggak bisa bahasa inggris. Na ini? malah kebalikannya. Memang sih, lahir dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di inggris membuat putri indonesia yang sekarang lebih inggris dari pada indonesia. La trus? kok jadi putri Indonesia?

Pertanyaan - pertanyaan aneh aneh yang lazim ditanyakan di setiap kontes putri putrian atau kontes kecantikan lainnya sebaiknya dirubah. Terutama yang mewakili bangsa, seperti putri indonesia. Pertanyaan diganti dengan pertanyaan lain untuk menggali seberapa indonesia kah kontestan tersebut. Sudah nggak jamannya lagi pertanyaan misalnya "kalau anda diberi kesempatan untuk terlahir kembali, anda ingin menjadi siapa" atau pertanyaan tentang global warming misalnya. Sudah terlalu umum. Mending dicari di Google saja dari pada ditanyakan. Putri Indonesia juga nggak harus berwajah londo alias bule. Justru yang hitam manis, tidak terlalu tinggi malah menurut saya indonesia banget. Kalo wajahnya bule kenapa nggak dinamakan putri bule saja?

Sering saya baca kalau putri indonesia membawa misi untuk mengenalkan Indonesia di dunia internasional. Na, kalo yang mengenalkan saja "agak' indonesia bagaimana bisa mewakili indonesia yang sebenarnya? di indonesia nggak ada yang jjs ke pantai sempakan plus bh alias bikini, tapi di pentas putri putri ini "mewakili" orang indonesia dengan busana demikian. Kalau niatnya mewakili sebaiknya disesuaikan dengan kondisi riil yang ada di indonesia. Sebodo amat menang kontes atau nggak. Kenapa harus ikut ikut budaya orang lain hanya untuk sebuah gelar?

Mau alay malah apes...hehe




Sebenarnya kejadiannya agak lama. Sekitar minggu yang lalu. Tapi berhubung kabel data kamera baru ketemu jadi baru bisa posting sekarang. Minggu lalu selesai wisuda saya nggak bisa foto foto di kampus karena cuaca mendung mengancam. Akhirnya dibuatlah rencana keesokan harinya untuk foto foto tentu saja dengan memakai toga, hehe. Keesokan paginya, saya buru buru beli mmc buat kamera. Batrei sudah juga sudah di charge. Sampe dikampus ternyata hujan sudah turun rintik rintik. Gpp lah, wong cuma grimis. MMC baru yang masih kinyis kinyis dimasukkan ke kamera. Loh, lakok nggak ndetect. No memory card tulisannya. Asem. Ternyata memang kameranya yang eror. Sebelum ini kamera aneh ini sudah sukses membuat 1 msd saya yang juga masih kinyis kinyis eror dan rusak. Akhirnya pakai memori internal saja. Piksel di set ke rendah agar muat agak banyak. Selama saya ngutek2 kamera ternyata hujan tambah deras. Ya sudahlah. Ditunggu sampe agak reda. Setelah agak reda dikit, hanya beberapa jepret sudah hujan lagi. Acara foto foto berubah menjadi acara berteduh. Hujan masih rintik rintik satu teman saya nekat pulang. Saya dan satu teman yang lain masih menunggu. Ternyata ini adalah strategi yang salah. Tambah sore hujan tambah deras. Perut yang kriuk kriuk memaksa untuk nekat saja menerobos hujan.

Sampai gerbang kampus tambah menggila. Akhirnya diputuskan berteduh lagi. Perut tambah kriuk kriuk. Untunglah di kejauhan ada bapak penjual bakmi sedang menata dagangannya. Meluncurlah kami kesana. Baju sudah 3/4 basah, tapi nggak papa wis. Ternyata rasa bakminya lumayan normal. Entah berapa kali saya lewat di sekitar situ tapi tidak pernah ada keinginan mampir mencoba bakmi si bapak ini. Setelah makan beres cuaca pun mendukung. Lumayan reda, akhirnya bisa pulang.

hasil jepretan:

2010/10/31

hari yang panjang

Kemarin, selesai wisuda, menyelesaika urusan perut, leyeh leyeh sebentar, hp saya berbunyi. Mas mukhtarom sms dan dilanjutkan dengan telepon mengabarkan kalau ada kopdar blogger di masjid sabilillah blimbing. Sebenarnya masih capek, tapi kok ya eman. Akhirnya saya datang. Menyenangkan bisa bertemu teman - teman baru yang sehobi. Biasanya saya tergolong alay sendiri. Kemana mana bawa kamera, foto motor sana sini, ee... lakok kemarin saya merasa "normal", hehe. Malah saya alay karena nggak bawa kamera. Pas tuker tukeran saling mencoba motor semua spontan mengeluarkan kamera. Ya sudah, saya ngowoh tok. Setelah puas touring keliling kota Pak Wiro mengajak karaokean. Sebenarnya tadi ada rencana mau karaokean sama teman teman, tapi nggak jadi, malemnya lakok keturutan. Akhirnya begadang jangan begadang kalau tiada artinya terjadi. Sampe kosan sudah larut malam. Hampir pagi lebih tepatnya. Karena suara klotak klotek ibu kos sampe bangun (maaf bu ya..hehe). Setelah sholat waktunya tidur. Terlalu banyak hal yang terjadi membuat saya sulit terlelap. Kejadian kejadian sepanjang hari seperti terputar kembali. Mulai wisuda saya yang gj sampai kopdar blogger otomotif. Namun, karena capek akhirnya saya tertidur.

Pagi setelah sholat saya tidur lagi. Masih proses mau merem ada sms dari teman menanyakan rencana hari ini. Saya dan dua teman berencana foto foto wisuda di kampus. Lo kok? iya, wisudanya memang kemaren. Tapi belum sempat foto foto karena terburu buru ke studio foto dan keburu hujan. Hari ini rencananya membawa toga lengkap mau mereka ulang kejadian kemarin. Ee.. lakok ada masalah. Kamera saya eror. MMC yang baru saya beli nggak detect. Masalah kedua hujan mulai turun. Klop. Akhirnya karena mmc nya gak bisa kepake saya mengandalkan memori internal. Lumayan. Cukup untuk 20 an jepretan. Akhirnya di bawah rintik2 hujan sesi foto2 dimulai. Gak page toga, cuma topinya saja untuk mempersingkat waktu. Masih beberapa jepretan hujan tambah deras. Pos pak satpam terdekat menyelamatkan saya dan teman dari hujan. Ketika agak reda satu teman saya pulang. Nah, kesalahan hari ini dimulai. Seharusnya saya ikut pulang. Namun, karena serakah pingin beberapa jepret lagi sekalian menunggu benar benar kering akhirnya diurungkan. Ternyata hujan tambah menggila. Deras pol. Dan hujan ini bertahan sampe sore. Fiuh. Akhirnya diputuskan untuk nekat saja ketika hujan agak reda. Tapi, ketika akan keluar dari gerbang kampus, hujan kumat lagi derasnya. Saya menepi di kantin yang sedang tutup. Basah, dingin, kelaparan melanda. Untung ada bapak penjual nasi goreng dan bakmi sedang bersiap siap. Akhirnya, belum juga persiapannya beres saya sudah menyerbu. Sepiring bakmi lumayan menambah sedikit tenaga. Hujan juga mulai reda. Tinggal rintik rintik. Akhirnya bisa pulang juga.

Malemnya jadwal ke kosan lama mengembalikan sprei yang terbawa alias katut. Sekalian menjenguk adik teman saya yang sakit. Sampai kosan teman sudah jam 9 lewat. Batrei saya mulai lowbat. Ngubek ngubek lowongan kerja cuma nemu beberapa yang menarik, tambah bikin ngantuk.Akhirnya pamit pulang. Sampe kos saya sempatkan menulis ini dulu. Sekarang waktunya tidur....huaamhh..

2010/10/30

Wisuda yang aneh.. (red. saya yang aneh..hehe)

Alhamdulillah hari ini saya wisuda. Berangkat ke penginapan orang tua saya pake kaos, celana pendek sendal jepit. Orang tua saya sudah heboh dari pagi. Kawatir telat. Akhirnya masuk kamar, saya langsung mengajak berangkat. Bapak saya berkata, loh mosok pake gitu? tenaaang.. jawab saya. Set set set, gak sampe lima menit sudah saya kenakan baju dan sepatu. Tinggal toganya dipakai di kampus. Beres dah. Orang tua saya geleng geleng.

Sampai di kampus masih belum terlalu ramai. Masih leluasa mencari parkiran. Setelah ngobrol ngobrol saya pun masuk ke dalam ruangan. Di dalam sambil ngemil roti saya foto foto dengan teman teman. Lama ngobrol ngobrol akhirnya acara akan dimulai. Ee.. lakok tiba tiba saya kebelet. Waduh. Setelah saya pikir2 mending secepat kilat sekarang ke toilet. Setelah dimarahi panitia saya sukses ke toilet. Lagu Indonesia Raya bergaung. Pas saya mau memegang handle pintu mau masuk ruangan tiba tiba menwa di dekat situ menyahut. Eh.. mas mas.. jangan masuk sekarang. Ya wis lah. Akhirnya saya duduk sms an. Saya juga ngobrol ngobrol dengan kasubag fakultas saya. Asyik ngobrol ngalor ngidul entah apa yang terjadi di dalam. Cukup lama saya disitu. Akhirnya salah satu panitia di dalam ada yang keluar. Dia tanya, Loh mas, ngapain disini? saya jawab, Tadi kebelet mau masuk ada lagu Indonesia Raya, Bu panitia menjawab lagi, Loh gak papa tadi masuk saja.., kalo sekarang malah nggak boleh (soalnya rektor nya lagi memberikan sambutan). Gubrak!!! saya cuma bisa lingak linguk sambil lah loh lah loh. Ywislah, lanjut ngobrol ngobrolnya. Agak lama kemudian saya disuruh masuk bu panitia tsb.

Sampai di dalam ternyata mahasiswa terbaik sudah maju. Diikuti fakultas hukum. Teman teman saya heran, saya keluyuran kemana saja. Saya jawab, alaaaahh..ikulo cangkrukan ambek pak kasubag. Teman teman saya wa wo wa wo komentar semua. Praktis wisuda kali ini berlangsung lumayan singkat. Jangan bilang bilang ya saya nggak ikut dilantik rektor!ssstt..hehe...

Untungnya wisuda fakultas lancar. Sudah saya duga, pas disuruh maju untuk diberikan penghargaan terjadi sesuatu. pembantu dekan 2 menyahut, loh iki kok ngganteng dw? (saya cowok sendiri). Semua juga di cipika cipiki bu dekan (kecuali saya tentunya). Setelah semua selesai akhirnya memasuki acara utama alias makan makan. Setelah makan makan foto2 bentar langsung meluncur ke studio foto.

Alhamdulillah...dah kelar semua....

2010/10/29

Capek tapi Alhamdulillah

Hari ini saya gladi bersih wisuda, walaupun sebenarnya lebih tepat kalau disebut guyon. Akhirnya, saya benar benar memasuki babak akhir keberadaan saya di kampus ini. Awalnya gladi bersih dilaksanakan di fakultas, kemudian dilanjutkan di universitas. Di gladi bersih fakultas, calon wisudawan dipanggil satu persatu, dengan tambahan gelar dibelakang namanya. Sesuai jurusan saya, sastra inggris, gelar sarjana saya adalah S.S. atau sarjana sastra. Ada yang nyeletuk sarjana stress..

Alhamdulilah, saya lulus dengan hasil yang lumayan memuaskan. Namun ada hal yang agak mengganjal mengenai urut urutan wisudawan di tingkat universitas. Urut urutan berdasarkan prestasi / ipk. Mirip mirip film three idiots. Semacam diskriminasi. Saya celingak celinguk di depan. Lawong saya satu satunya wakil kaum adam di barisan depan. Lainnya cewek semua. Apalagi jumlah wisudawan di fakultas saya tergolong irit. Jadi ribet ngobrol ngobrolnya (memangnya boleh ngobrol?hehe). Memang sih yang duduk disekitar juga masih terhitung teman akrab. Tapi aneh saja.

Besok harus bangun pagi pagi. Alhamdulilah saya ini cowok ya. Nggak membayangkan harus ke salon pagi pagi buta (lebih tepatnya malam) cuma dandan. Kalo cowok mah gampang. Bangun tidur, kriyep kriyep sebentar, ngucek2 mata, mulet2 alias stretching, masih setengah sadar menyambar handuk, peralatan mandi, byar byur, sisiran pake tangan (sisir sudah diboyong pulang), pake baju, sepatu, berangkaat!! Gak perlu foundation, maskara, bla bla bla, ban pespa alias sanggul, kebaya (lawong nggak keliatan juga ketutup toga), dan sebagainya dan sebagainya.

Semoga besok lancar...saya / teman teman saya nggak ada yang semaput atau apa. Amin.

2010/10/18

Ngeblog mencegah kebekuan otak

Saya baru sadar pas saya asik ngedit foto di photoshop. Entah kenapa tiba tiba saya lupa shortcut yang sering saya gunakan. Saya ingat ingat sampe keringatan tetep saja lupa. Sampe akhirnya saya search google untuk mencari short cut photoshop.

Namun untungnya sekarang saya sudah menemukan sesuatu untuk menjaga agar pikiran ini tetap mengalir. Yang pertama tentu saja menulis. Rajin sekali akhir akhir ini menulis artikel otomotif. Kemana mana bawa kamera / hp. Jepret sana sini, untuk bahan artikel. Dan efeknya juga lumayan. Dalam sehari rata rata artikel di blog saya dibuka / dikunjungi 100 kali. Lumayanlah untuk amatiran seperti saya. Yang kedua adalah membaca. Berbagai portal berita saya lahap. Berbagai diskusi di televisi yang biasanya saya bosan mendengarnya saya amati sungguh sungguh. Terakhir mencoba berandai andai dan brain storming ide. Baru saya sadari ternyata saya suka berpikir / ber ide sesuatu. Banyak sekali ide yang bermunculan di kepala. Terutama mengenai prospek usaha. Sekarang saya sudah punya ide usaha apa yang ingin saya buka kelak. Semoga belum keduluan orang lain. Dulu saya punya beberapa ide usaha tapi sekarang sudah banyak bermunculan. Namun saya ingin disuruh dulu sebelum menyuruh. Jadi buruh dulu sebelum jadi bos. Cari pengalaman, cari ilmu di dunia yang sebenarnya.

Setiap hari harus menghangatkan otak. Menelurkan ide sesuatu, merancang sesuatu, biar otak ini nggak beku.

2010/10/12

Dipanggil bingung, nggak dipanggil apalagi?

Beberapa minggu ini saya asyik mengubek ngubek lowongan pekerjaan. Beberapa saya tertarik dan kemudian mendaftar baik lewat pos maupun email. Setelah itu kemudian menunggu. Suatu hari hp saya berdering. Nomor tidak dikenal, dari jakarta. Setelah saya angkat suara berikutnya yaitu, "selamat siang, ini robby? dulu mendaftar di PT bla bla bla. Wuihh.. senang sekali rasanya panggilan interview pertama saya. Saya memang mendaftar sebagai surveyor di salah satu perusahaan nasional. Kemudian dengan berbunga bunga saya meminta persetujuan ibu saya. Ternyata beliaunya tidak setuju. Gubrak! ya sudahlah. Saya manut saja. Menunggu kesempatan lain.

Kemarin, sekitar jam 1 lebih sekian hp saya berbunyi lagi. Kali ini bukan telepon, melainkan sms. Saya buka. Pesannya diawali "interview invitation bla bla bla". Yang ini 2 kali lipat lebih bahagia. Saya mendapat panggilan interview untuk lowongan sebagai reporter di salah satu portal berita terkenal. Reporter!! sebenarnya saya bingung juga ini yang mana. Soalnya di portal berita ini saya mendaftar untuk 2 posisi yaitu sebagai reporter politik dan reporter otomotif. Saya berharap semoga ini lowogan untuk reporter otomotif. Setelah saya cek email, undangan interview ini dikirimkan untuk 3 alamat email saja. Hmm.... lumayan besar juga kansnya. Padahal kalau dilihat di jobstreet yang melamar bejibun. Saya sangat ingin diterima. Apalagi coba? Reporter otomotif!! wiuh. Lawong tidak dibayar saja saya semangat. Apalagi ini, pekerjaan! Namun, lagi lagi ada kendala. Sampe bingung saya mikirnya. Interview nya diadakan di jakarta selatan. Sebenarnya nggak masalah dimana. Jauhpun akan saya tempuh. Tapi masalahnya waktunya sangat mepet. Interview diadakn 2 hari setelahnya. Padahal sms masuk sudah siang menjelang sore, jadi hanya jeda 1,5 hari saja. Jadi nggak mngkin beli tiket ke jakarta. Besoknya pun juga. Minimal saya perlu 1 hari utuh untuk persiapan saja. Mengingat semua barang termasuk cv, transkrip nilai dll saya bawa pulang. Belum lagi saya harus mencari koneksi yang tahu jakarta, untuk ditanyai arah. Saya coba telpon dan email di CP yang diberikan untuk negosiasi waktu interview tapi tidak ada respon. Hmmhh...

Sekarang, untuk kesekian kalinya saya menunggu. Semoga ada kesempatan lagi. InsyaAllah ada. Amiinnn....

2010/09/26

my new kitten

Di rumah saya ada keluarga kecil. Bukan manusia, melainkan kucing persia. Nah, satu bulan lalu salah satu kucing persia saya beranak lagi. Tapi kali ini nggak sembarangan. Karena ayah dari anak anak kucing ini adalah pemenang kontes se- karisidenan kediri yang diadakan di tulungagung. Yaitu kucing persia pig nose 2 warna abu abu dan putih. Ibunya kucing persia warna abu - abu. Sedangkan anaknya dua ekor telon, abu abu, oranye, putih, dan satu ekor 2 warna abu - abu putih. Sekarang lagi lucu lucunya. Senang melihat tingkah mereka. Berikut foto fotonya:

o iya, mereka belum begitu bisa berjalan. Tapi kadang sudah sok mau jalan walaupun sesekali terhuyung huyung lalu jatuh, hehe

Efek menguras kos kosan

sniff..sniff,, hidung mampet nggak karuan. Kepala agak pusing pusing gimana gitu. Kemarin akhirnya saya boyongan. Setelah ditelfon dan di sms bapak kos untuk mengambil barang. Sebenarnya waktunya juga belum habis. Tapi gapapa wis. Toh saya juga sudah dapet kos lain. Yang jadi masalah boyongan kos kos an adalah barang2. Harap diketahui, barang barang saya "agak" berbeda. Buanyak banget. Dulu saja waktu pindahan kos saya nyewa pick up. Na, kemaren sebetulnya mau bawa pick up tapi takut kehujanan. Akhirnya bawa mobil rakyat daihatsu xenia.

Lama nggak dihuni membuat kamar saya penuh debu. Apalagi sewaktu membongkar barang - barang lama. Masih mulai saja saya sudah bersin - bersin nggak karu karuan. Ditahan sebentar. Setelah sukses memindah barang dari lantai dua ke halaman kos, dimulailah memasukkan ke mobil. Bangku ketiga dinonaktifkan. Barang dijejalkan ke dalamnya. Masih kurang ternyata. Dua bangku tempat duduk di baris kedua pun dijejali. Terakhir bangku depan, kolong nya pun diisi. Masih ditambah dengan lemari plastik yang diikat di atas mobil. Wuiih, orang yang liat pasti heran. Lawong pas saya cuci mobil tadi saja orang yang mau cuci tanya kok ada tali rafia diikat di handle atas. Ketika saya jelaskan untuk mengikat almari mereka bengong (tentu saja bengong karena saya tidak menjelaskan kalau lemarinya lemari plastik, hehe).

Ketika pulang efek menghirup banyak debu pun dimulai. Hidung mulai meler. Ditambah kecapekan, kepala ikut ikutan pusing. Sampai dirumah sudak tidak bisa berkutik. Mata setengah on minum obat flu terus tidur. fiuh, teler berat gara2 pilek..

2010/09/21

Plan - C Vacation

Kemarin saya jalan jalan dengan beberapa teman. Tujuan utama adalah pantai Karanggoso. Pantai pasir putih terfavorit di Trenggalek. Sebenarnya agak kuwatir juga sih sebelum berangkat. Karena dari tayangan televisi ada jembatan yang putus karena banjirdi daerah sekitar pantai. Namun tidak terlalu dipedulikan karena sepanjang perjalanan seingat saya tidak ada jembatan sepanjang yang diberitakan di televisi. jadi pasti bukan jembatan yang akan dilalui.

Setelah semua anggota regu berkumpul kami pun berangkat. Sesuai rencana jalanan sudah lumayan lengang tidak seperti minggu sebelumya yang cukup ramai karena banyak pemudik yang datang. Perjalanan lancar walaupun sering kali hujan turun. Perjalanan kurang sedikit lagi, namun terpaksa berhenti. Ada banjir menghadang di depan kami. Sebenarnya untuk mobil yang lumayan tinggi masih bisa lewat, karena ada isuzu panther berhasil menyeberang. Namun karena mobil yang dipakai sedan jadi tidak berani melibas banjir. Ya sudah, mari "dinikmati" sejenak bencana ini. Ambil kamera dan foto2 dimulai. Saya sempat melirik penduduk setempat yang ada disekitar lokasi mesam mesem melihat kami foto2.

Plan A gatot. Akhirnya di tkp kami merumuskan plan B. Plan B nya adalah pantai popoh atau gua lowo. Namun dengan beberapa pertimbangan akhirnya plan b inipun gagal dilakukan. Tidak patah semangat di perjalanan tercetus lagi plan C yaitu waduk wonorejo. Sebuah rencana yang aneh karena pantai dan waduk berada di kutub yang berbeda, jadinya jarak yang harus ditempuh lumayan jauh. Gapapa...namanya juga jalan - jalan, hehe

Setelah beberapa saat, dan sebelumnya mampir masjid untuk sholat sampailah kami di waduk wonorejo. Waduk lumayan sepi. Bisa menjelajah dengan leluasa. Walaupun sesekali masih turun hujan tapi kami tidak peduli. Setelah berteduh sebentar muter muter lagi di area waduk. Puas rasanya bisa berkeliling sambil foto2.

Berikut hasil jepretan fotografer amatiran selama perjalanan:




about

Salam kenal, selamat datang di blog saya

Blog ini saya buat untuk mencatat peristiwa peristiwa hidup saya. Blog ini juga menampung pemikiran -pemikiran yang kadang datang tiba tiba dan sering lupa kalau tidak ditulis. Selain dua hal diatas, yang terpenting adalah blog ini adalah media untuk mengenal diri saya sendiri.

Siapa saya? hmm mungkin saya adalah orang yang aneh dimata anda. Namun mungkin juga anda orang yang aneh di mata saya. Sulit rasanya menjelaskan siapa saya, karena memang saya belum menjadi apa apa, hehe.

Mungkin nggak usah terlalu banyak cincong kali ya di sini, silahkan mengenal saya lebih lanjut lewat tulisan tulisan saya saja.

contact

Terima kasih dah mampir di blog saya....

kalau ngobrol ngobrol lebih lanjut monggo ym saya di add, raiderobie@yahoo.co.id
saya nggak punya pesbuk, prendster, dan kawan kawan nya..

2010/09/11

5 Tanda Anda Tidak Bisa Kontrol Amarah

Kali ini artikel saya ambil dari vivanews. Artikel yang menarik. Dari pada hilang dan saya repot - repot mencarinya mending di copas saja.

VIVAnews - Ada perbedaan antara seseorang yang marah dengan yang bermasalah dalam mengontrol emosi. Dr. Redford Williams, profesor psikologi di Duke University Medical Center, Amerika Serikat dan penulis buku 'In Control' mengungkap lima perbedaannya.

Jika tanda-tanda berikut dialami oleh Anda sebaiknya berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog.

1. Marah besar karena masalah kecil
Marah bisa memiliki efek positif. "Seringkali amarah memberitahu kita untuk melakukan sebuah tindakan," kata Dr. Williams, seperti dikutip dari cbsnews.com. Tetapi, jika rasa marah muncul dan meledak-ledak hanya karena persoalan kecil, bisa jadi pertanda bahwa seseorang mengalami kesulitan dalam mengontrol emosinya.

2. Interupsi
Seseorang yang marah akan cenderung menjadi orang yang tidak sabar. Apalagi jika tidak bisa mengontrol amarahnya. Orang tersebut akan bermasalah untuk menunggu orang lain mengemukakan pendapatnya. Hal yang dilakukannya kemudian adalah selalu menginterupsi. Meskipun dia diam saja dan membiarkan orang lain bicara, sebenarnya ia tidak mendengarkan.

3. Selalu protes
Menurut Dr. Williams, orang yang menghabiskan waktu untuk mengeluh tentang pelanggaran dan kekurangan orang lain mungkin memiliki masalah dengan amarahnya. Beberapa orang marah dengan kata-kata kasar bicara soal politik, olahraga atau hal lain. Semua racun itu datang dari sumber yang sama yaitu amarah.

4. Sulit memaafkan
Hubungan personal bisa menjadi mimpi buruk ketika seseorang mengalami kesulitan memaafkan orang yang telah menyakitinya di masa lalu. Orang-orang dengan masalah amarah seringkali mengalami kesulitan dalam memaafkan orang lain. Sebaliknya, mereka terus frustrasi untuk kembali pada pengalaman menyakitkan dan kebencian setiap kali mengingat kesalahan tersebut.

5. Wajah memerah
Saat emosi meninggi, wajah bisa terlihat merah. Ketika wajah merah, jika diukur dengan termometer suhu tubuh dalam keadaan tinggi. Kemarahan adalah efek yang jelas dari tubuh dan pikiran. Bahkan, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang sering marah cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami stroke atau serangan jantung.

• VIVAnews

2010/09/10

Bersalaman = Bermaafaan?

Pertama tama saya ingin mengucapkan selamat idul fitri untuk saudara saudaraku sesama muslim dimanapun anda berada.

Tulisan kali ini terinspirasi oleh obrolan dengan salah satu teman. Berbeda dengan yang lain teman yang satu ini menekankan agar saya memaafkan dengan ikhlas. Cocok sekali untuk menggambarkan fenomena yang terjadi saat lebaran seperti ini. Pas lebaran lumrah seseorang memohon maaf atas kesalahan kesalahan yang telah dilakukan. Biasanya dengan bersalaman. Yang dimintai maaf pun dengan suka cita menjabat tangannya dan memaafkan kesalahannya. Namun, benarkah demikian? Ingat teman, kita ini orang jawa. Salah satu suku di dunia ini yang berbelit belit. Apa yang nampak di wajah, apa yang keluar dari mulut belum tentu sama dengan isi hati. Mungkin saja wajah dan mulut kita memaafkan. Namun tidak dengan hati. Senyum bisa dibuat. Kata - kata bisa terucap dengan mudah. Tapi hati? hmm... hanya dia dan Tuhan yang tahu.

Jujur saja saya sendiri pernah melakukannya. Untung saja saya tidak punya musuh atau orang yang tidak saya sukai, jadi perasaan seperti itu jarang terjadi. Saya merasakannya kepada orang yang saya kurang begitu cocok saja.

Kalau demikian yang terjadi lalu apa sebenarnya makna idul fitri? Idul fitri hanyalah acara tahunan dimana keluarga berkumpul. Idul fitri adalah hari dimana kita bisa makan enak, berkunjung ke sanak keluarga. Tidak lebih.

Kadang memang sebuah kesalahan tidak bisa dengan mudah dimaafkan hanya dengan bersalaman. Bisa dimaklumi dan itu manusiawi. Namun alangkah baiknya kalau yang bersangkutan meminta maaf sebaiknya kita memaafkan, dengan hati, tidak dengan senyum saja.

Untuk teman saya, tenang, saya tidak pernah menganggap kalau pernah membuat kesalahan. Justru seringkali membawa kebahagiaan. Karena hal paling sederhana sekalipun yang dilakukan bisa membuat saya bahagia. Suatu anugrah yang tak terhingga bisa bertemu dengannya. Mungkin justru saya sebenarnya yang banyak bersalah. Dan mungkin saya yang perlu dimaafkan dengan ikhlas. Dan semoga maaf yang saya terima adalah maaf dari hati. Aminn....

2010/09/02

don't judge the book from its cover


Yup. Semboyan di atas mengawali artikel kali ini. Dimulai dari pengalaman saya beberapa hari yang lalu. Saya diutus ibu saya membeli sesuatu di swalayan yang merupakan bagian dari salah satu retail terbesar di indonesia yang cabangnya sampai ke desa desa. Saya ke sana setela tarawih, jadi kostum masih seperti pas traweh cuma gak pakai sarung. Pake kaus oblong, celana pendek, dan sendal bakiak. Bagi yang tidak familiar sama bakiak akan saya jelaskan. Bakiak adalah sendal tradisional terbuat dari kayu. Tidak bisa dikatakan nyama dipakai. Keras dan modelnya juga sederhana. Bakiak sangat cocok digunakan untuk tarawih atau sholat jumat karena dijamin aman. Tahan air dan tidak mungkin dicuri (kalaupun dicuri mungkin karena butuh kayu bakar di rumah si pencurinya).

Saya masuk swalayan dengan pd. Diiringi suara teplak teplok khas suara bakiak. Suaranya menggema di swalayan yang tidak terlalu besar ini. Naa, melihat saya memakai bakiak dan bersuara nyaring si mbak penjaga kasir (2 orang) pun senyam senyum. Tenang mbak.. saya bawa uang kok, nggak mau nyuri di sini, batin saya.

Mungkin saya memang memiliki selera yang aneh terhadap fashion. Tidak punya selera sama sekali ya mungkin lebih tepatnya. Saya lebih suka kaos oblong yang bertahun tahun saya pakai daripada kaus baru. Lebih nyaman dan melekat di badan rasanya. Sampai sekarang banyak kaus baru yang masih terbungkus plastik di lemari saya. Walaupun sering kali kaus tersebut sodah bolong bolong termakan usia, saya tetep suka. Kadang - kadang pas saya pulang banyak kaus saya yang telah menjadi korban dijadikan serbet oleh ibu saya. Memang sih, sama ibu saya diganti dengan kaus baru. Tapi tetep saja saya suka yang lama yang bolong bolong.

Tapi toh itu semua hanya pakaian. Saya bukan penganut pepatah jawa ajining rogo soko busono. Karena apa? penampilan bisa menipu. Saya tidak pernah percaya dengan penampilan saja. Karena saya menilai orang dari sikap dan kepribadian. Percuma pakaian mahal mahal tapi kelakuan minus. Saya juga tidak merasa perlu untuk dihargai dan dihormati orang. Justru ketika saya direndahkan itu merupakan keasikan tersendiri. So.., don't judge the book from its over!

2010/08/30

ganyang malaysia

Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu!

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Tulisan diatas adalah petikan pidato Bung Karno. Terlihat sekali ketegasan pemerintah pada saat itu. Gak heran sih. Dulu Indonesia terkenal dengan kekuatan militernya. Yang lain belum punya kapal selam, indonesia punya banyak. Sekarang? peralatan militer kita sudah tua tua. Sukhoi nggak ada senjatanya. Kalau terjadi perang untuk kedua kalinya mungkin kita akan memakai bambu runcing.

Mungkin perlu dipikirkan lagi jalan keluar selain perang. Karena bagaimanapun musuhan sama tetangga itu nggak enak. Coba bayangkan misalnya kita musuhan sama tetangga sebelah rumah. Mau jalan kita lewat rumahnya. Tiap hari ketemu. Butuh apa apa nggak ada yang membantu. Demikian juga dengan kasus ini. Malaysia dan Indonesia diakui atau tidak saling membutuhkan. Ada 2juta lebih tki yang berada di malaysia. Mereka bergerak di berbagai sektor pekerjaan. Coba bayangkan bagaimana kalau 2 juta orang ini serentak disuruh pulang. Pasti perekonomian Malaysia akan terganggu. Demikian juga Indonesia. Milliaran devisa negara yang seharusnya mengalir pun lenyap. Malaysia juga memiliki banyak aset di Indonesia. Banyak perkebunan sawit yang dikuasai oleh malaysia.

Masalah yang paling krusial selama ini adalah masalah perbatasan. selama masalah ini belum beres selamanya tetap akan ada ganyang malaysia entah jilid berapa.

2010/08/26

Indonesia vs Malaysia

Masih santer dibicarakan di berbagai media mengenai penangkapan 3 anggota DKP oleh polisi laut malaysia. Petugas DKP mengklaim bahwa mereka ditangkap masih di wilayah perairan Indonesia. Namun, polisi laut malaysia juga mengklaim mereka menangkap karena angota DKP masuk wilayah mereka. Penangkapan ini mendapat reaksi keras. Banyak demo anti malaysia. Bahkan kedubes malaysia di indonesia dilempari tinja.

Bukan kali ini saja sebenarnya warga indonesia dibuat panas oleh negara tempat upin dan ipin ini berasal. Sering malah. Yang paling lucu tari pendet muncul dalam iklan pariwisata malaysia. Setelah diselidiki penarinya pun ternyata orang bali. Jadi menurut saya negara bajakan bukanlah cina. Tapi Malaysia.

Saya sendiri senang kalau ada kasus seperti ini karena Indonesia adalah negara yang aneh. Sesama bangsa setanah air sering sekali berantem. Kerusuhan. Perang suku dll. Tapi, kalau ada yang mengusik seperti kasus malaysia ini tiba tiba saja semua bersatu. Semangat nasionalisme tiba tiba menguat. Bahkan tidak sedikit yang mendklarasikan diri siap mati apabila memang terjadi perang. Komisi 1 DPR tidak lagi berbicara partai. Mereka sepakat berbicara sebagai bagian bangsa indonesia. Tidak ada koalisi vs oposisi lagi. Namun, setelah isu ini mereda biasanya kumat lagi. Kerusuhan kembali dimulai. Perang lagi sesama saudara sebangsa setanah air.

Kasus seperti ini sekali sekali perlu juga terjadi untuk merefresh rasa nasionalisme. Sekedar mengingatkan orang2 yang bertikai, kubu2 yang berseberangan, bahwa sebenarnya mereka adalah saudara sebangsa.

2010/08/24

Bersyukur...

Hari ini ada yang berbeda. Namun tidak usah diceritakan ntar pahalanya hilang kalau diceritakan. Yang jelas sekarang, saya lebih bersyukur dengan hidup saya. Alhamdullilah saya masih punya orang tua. Mungkin tidak sempurna, tapi mereka adalah orang tua terbaik di dunia. Tidak pernah memarahi saya. Selalu mendengarkan dan meminta pendapat saya dulu sebelum memutuskan sesuatu. Tidak ada orang tua di belahan dunia lain yang sebaik orang tua saya. Alhamdullilah.

Saya bersyukur, karena orang tua, saya bisa tercukupi kebutuhan sampai bisa tumbuh sebesar ini. Bisa sekolah sampai lulus kuliah. Memenuhi permintaan saya walaupun seringkali aneh aneh. Saya bersyukur, karena diluar sana banyak yang tidak seberuntung saya. Banyak yang harus berusaha lebih keras untuk bertahan hidup. Tidak ada lagi orang tua untuk bermanja manja. Tidak ada lagi orang tua yang selalu dirindukan yang akan senantiasa membawa pulang kembali ke rumah sejauh apapun kaki ini melangkah. Tinggal di tempat yang bisa dikatakan ramai namun sebenarnya hidup dalam kesendirian.

Alhamdullilah...

2010/08/23

Rencanaaa!

Jujur, saya agak bingung. Nggak punya rencana apapun. Dulu sempat menyusun sebuah rencana yang lumayan menarik, namun kondisi berkata lain. Ternyata saya tidak bisa lulus sebelum agustus sehingga rencana itupun batal. Sekarang saya sudah lulus dan masih bingung. Entah mau kuliah lagi entah mau coba coba cari kerja.

Berdasarkan riset saya beberapa hari ini hanya ada dua kemungkinan dalam dunia kerja. Satu, perusahaan mencari fresh graduate. Kedua, perusahaan mencari pegawai yang berpengalaman. Nah, bagaimana nasib orang diantara keduanya? Orang yang bukan lagi fresh graduate, namun blas gak punya pengalaman kerja? jadi dengan demikian ada dua kemungkinan. Satu, mumpung masih fresh graduate cepet cari kerja, yang penting punya pengalaman. Naa.. setelah punya pengalaman bisa melamar yang membutuhkan pegawai dengan pengalaman.

Setelah melihat - lihat lowongan saya jadi bingung. Sebenarnya skill saya ini apa ya? memang banyak sih yang bisa dicoba coba, tapi saya takut ntar nggak cocok. Sampai sekarang ternyata saya belum menemukan bakat saya sebenarnya. Saya bisa banyak hal (kecuali olahraga), namun dari banyak hal yang saya bisa hanya setengah setengah. Tidak ada yang saya tekuni mendalam. Saya bisa sedikit komputer, sedikit musik, sedikit desain grafis, sedikit tulis menulis, sedikit politik, sedikit ekonomi, dan sedikit sedikit yang lain. Namun tidak ada yang benar - benar saya kuasai sampai dalam. jadi bingung.

Dan karena kebingungan ini saya jadi bingung menentukan rencana. Hemm, ya sudahlah. Kadangkala rencana terbaik adalah tidak ada rencana sama sekali.

2010/08/21

Hidup di kota mereduksi kepekaan sosial

Setelah saya pikir - pikir ternyata ada perubahan di diri saya selama saya tinggal di malang untuk kuliah. Sedikit banyak hidup disini mereduksi kepekaan sosial saya. Kejadiannya dimulai sekitar dua tahun yang lalu. Saya sedang menunggu teman foto kopi. Karena cuaca lumayan panas saya akhirnya berteduh duduk di emperan ruko yang kebetulan sudah tutup karena pada saat itu sudah lumayan sore. Pas saya duduk ada seorang ibu menghampiri. Beliaunya bertanya jam. Karena saya nggak punya jam tangan akhirnya saya mengambil hp untuk melihat jam. Setelah mendapat jawaban, ibu tersebut lalu duduk. Tak lama, temannya datang. Setelah ngobrol sesaat mereka kemudian mencegat angkot. Tahu tidak profesi ibu ini? ibu ini adalah pengemis yang biasa mangkal di perempatan di sekitar tempat saya berteduh. Mungkin tadi dia tanya jam untuk memastikan "jam kerja" nya selesai. Setelah temannya datang si ibu ini pun pulang.

Kejadian kedua pas saya kebetulan pulang agak larut malam dari rumah seorang teman. Perut yang keroncongan memaksa saya menepi ke penjual nasi goreng di perempatan sebuah daerah di malang. di dekat saya mengantri nasi goreng ada seorang pria duduk di sebuah bangku kayu mengamati sesuatu. Di tengah jalan di perempatan tersebut ada seorang anak sedang meminta minta. Tak lama si pria itu memanggil sang anak. Terlihat sang anak memberikan sesuatu kepada pria tersebut. Hmm... bisa dipahami kan yang terjadi?

Peristiwa - peristiwa tersebut merubah persepsi saya. Entah kapan terakhir kali saya memberikan sedekah untuk pengemis di sini. mungkin beberapa tahun yang lalu. Karena entah mengapa saya tidak lagi tersentuh. Contohnya si ibu yang saya ceritakan di awal. Sampai sekarang si ibu ini tetap beroprasi. Bahkan lebih ekstrim. Sekarang si ibu selalu mengenakan koyo di kening seolah olah sedang sakit. Tak lupa melilitkan jarit kumal di leher. Yang membuat saya heran kok bisa bisanya ya? kalau yang nggak pernah lihat sih nggak papa. La saya sudah berapa tahun lewat jalan yang sama. Sedemikian akutkah sakit kepala si ibu sampai nggak sembuh - sembuh beberapa tahun? Namun yang agak melegakan si ibu sekarang tidak mengajak anaknya. Mungkin anaknya sudah beranjak dewasa dan tidak "pantas" lagi mengemis.

Kalau di sebuah toko sempatkan untuk mengamati. Pengemis disini seakan memiliki jadwal. Mungkin sekitar 15 menit sekali mereka lewat. Orang yang berbeda. Dan mereka pun cukup ahli membedakan mana yang sekiranya akan memberi dan tidak. Kalau berhadapan dengan saya cukup dengan isyarat tangan mereka paham. Bahkan pas saya di perempatan pun tidak mendekat. Tapi kalau pas saya dengan teman semangat sekali mereka mendekat. Mungkin karena sifat wanita yang nggak tegaan jadi pasti diberi.

Sebenarnya nggak enak juga sih waktu menolak untuk memberikan sesuatu. Beberapa ratus rupiah tidak mengurangi jatah hidup saya di sini. Tapi entah kenapa saya merasa ditipu kalau saya memberi sesuatu. Jadi, daripada tidak ikhlas mending tidak usah. Dialihkan saja bersedekah di tempat lain yang sekiranya aman dan Insyaallah sampai kepada yang berhak.

2010/08/20

Mission Accomplished!!

Alhamdullilah... akhirnya beres sudah skripsi saya. Sudah lengkap tanda tangan dari dosen pembimbing, penguji, kajur, dan kaprodi. Sempat ketar ketir masih ada format yang salah. Alhamdullilah kekhawatiran itu tidak terjadi. Lancar. Beliau - beliaunya langsung tanda tangan begitu saja. Bahkan Kajur langsung tanda tangan semua (walaupun sebenarnya belum waktunya tanda tangan dulu kalau penguji belum lengkap tanda tangan).

Selesai sudah misi saya semester ini. Tinggal menunggu nilainya keluar. Namun tidak terlalu saya pusingkan. Saya memang berharap mendapat hasil yang maksimal. Namun, kalau toh hasilnya tidak sesuai yang saya harapkan ya nggak papa. Mungkin rejeki saya cuma segitu. Yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan skripsi ini.

Tadi juga saya sempatkan memberikan kenang - kenangan untuk dosen pembimbing saya. Waduh, malu sebetulnya memberikan kenang - kenangan di kampus. Banyak orang. Sampai bingung saya harus ngomong apa. Kebetulan kedua dosen pembimbing saya heboh heboh. Maklum ibu - ibu. Yang satu kenang - kenangannya urunan sama teman yang kebetulan sama. Ibu dosen tersebut tanya, cumlaude nggak? kalau cumlaude biasanya saya pas wisudanya juga diberitahu. Teman saya mengatakan "iya". Saya sendiri tidak berani menjawab. Dalam hati cuma membatin, semoga saja mam, aminn.. Saya masih tidak berani menjawab karena belum pasti. Nilai belum keluar.

Lebih malu lagi pas saya memberikan kenang - kenangan untuk dosen satunya. Karena saya sendiri. Di dalam ruangan banyak dosen - dosen lainnya. Apalagi pas saya kasih si ibu dosen memperpanjang pembicaraan. Waduh. Cepet cepet saya beralasan saya mau sholat jumat. Bebas sudah..hehe

Saya cukup beruntung memperoleh dosen pembimbing yang enak. Dosen pembimbing sangat berpengaruh terhadap proses penulisan skripsi. Dosen saya cukup kooperatif. Sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu.

Satu tahap dalam hidup saya selesai sudah. Alhamdullilah..

2010/08/17

Penggugah Nasionalisme

17 Agustus Tahun empat lima....
Hmm...65 tahun yang lalu pak Karno memprokamirkan kemerdekaan Indonesia. Sekarang, 65 tahun sesudahnya, telah begitu banyak peristiwa terjadi. Hari ini kita diingatkan kembali bagaimana kemerdekaan bangsa ini bisa diraih. Tidak mudah. Banyak darah yang tumpah. Syukur Alhamdullilah saya hidup di zaman Indonesia sudah merdeka. Saya tidak bisa membayangkan seandainya saya hidup di masa penjajahan. Jangankan sekolah, makan saja sulit. Tenaga, pikiran, sumberdaya alam, diperas habis habisan oleh kumpeni. Setiap hari hidup dibawah tekanan dan penindasan. Gak ada internet, es krim, laptop, yang ada pakaian goni penuh kutu.

Saya juga nggak bisa membayangkan seandainya harus maju berperang. Liat darah saja saya bisa semaput. Alhamdulilah.....sudah merdeka...

Namun, sekarang, 65 tahun kemudian masih banyak orang yang tidak bersyukur. Ngeluh saja setiap hari. Terutama yang partainya kalah pas pemilu kemarin. Terutama lagi yang sudah habis banyak uang tapi gagal nyalon dpr nya. Seharusnya kita bisa bersyukur. Memang sih negara kita masih kacau balau gak karuan. Semrawut. Namun setidaknya kini kondisi sudah lumayan lebih baik. Kadang perlu juga berpikir positif tentang negeri ini. Siapa yang sering juara olimpiade fisika, kimia, matematika? Indonesia. Siapa yang punya begitu banyak keragaman budaya sampe tetangga sebelah ngiri dan dijiplak? Indonesia. Siapa yang termasuk 3 negara yang tahan krisis moneter global? Indonesia. Siapa yang punya pasukan khusus baret merah yang kualitas 1 personelnya sama dengan 3 personel biasa? Indonesia. Siapa yang punya penduduk super kreatif yang bisa merubah benda benda remeh menjadi alat alat keren? Indonesia. Siapa yang punya nelayan tangguh bisa mengelilingi samudra luas dengan perahu tradisional? Indonesia. dan sebagainya dan sebagainya...

Indonesia nggak jelek jelek amat lo. Setidaknya kata "Indonesia" masih sering menjadi perhatian dunia (selain berita ariel peterporn tentunya). Menteri keuangannya saja sampe dilirik Bank Dunia dan dijadikan direktur.

Mari kita cintai Indonesia ini dengan sepenuh hati. Memang masih begitu banyak kekurangan di sana sini. Dan tugas kita lah untuk memperbaiki kekurangan itu, dimulai dari diri kita sendiri. Merdekaa!!!

2010/08/13

Hari yang melelahkan

Hari ini saya berencana menjilid skripsi saya. Dan seperti yang saya duga, adaa aja yang salah. Sudah dicek dibaca lagi masih nemu juga ada yang salah. Akhirnya setelah kesekian kali ngeprint membetulkan kesalahan saya berangkat untuk menjilid bersama seorang teman. Sampailah saya di sebuah tempat fotokopi lumayan terkenal di malang. Apes, ternyata sedang penuh pesanan. Minimal bisa jadi kamis malam jam setengah 8. Padahal deadline pengumpulan hari kamis. Belum lagi melengkapi tanda tangan dosen yang biasanya tidak cukup satu hari. Akhirnya diputuskan mencari yang lain.

Ternyata di cabang yang lain juga penuh semua. Ber jam jam muter muter nggak jelas. Tanya ke sebuah fot kopi. Tertulis terima jilid skripsi dll. Bisa jadi selasa sore, namun harga yang ditawarkan 2x lipat biasanya. Kalau cuma sebendel sih nggak papa. Saya dan teman saya total 8 bendel. Selisihnya lumayan bisa untuk beli gorengan sampe mual.

Akhirnya berdasar informasi kakak teman saya kami menuju sebuah fotokopian dekat kampus. Tanya tanya harga lumayan masuk akal. Untuk jilid selisih seribu, sedangkan fotokopinya selisih Rp. 5 per lembar. Walaupun lebih mahal tp gpp wis. Sebetulnya bisa jadi selasa. Namun berhubung selasa libur akhirnya rabu pagi. Ya sudahlah. Alhamdulillah.

Satu hal yang agak menenangkan saya sewaktu saya tanya ke mbak yang jaga bisa nggak misalnya satu lembar salah terus satu lembar itu saja yang diganti? mbaknya menjawab BISA!!horee!hehe. Soalnya skripsi saya di acc tanpa dibaca oleh penguji saya. Setelah saya revisi bapak dosennya bilang kalau percaya saya sudah merevisi, tapi, minta untuk dicek sendiri lagi, soalnya kalau salah dibredel. Gubrak! tapi gapapa. Sudah tidak ada waktu lagi. Dari pada bapaknya berubah pikiran trus skripsi saya tidak jadi diberikan malah kacau. Toh dengan penjelasan mbak tadi tidak perlu dibredel kalau salah. Bisa diakali.Lega...

Habis ini buka bareng, dilanjutkan dengan sahur bareng..alamat begadang lagi..hehe

2010/08/11

Puasa Hari Pertama

Alhamdullillah saya masih diberi kesempatan puasa tahun ini. Tadi malam sudah siap – siap beli susu dan perbekalan lainnya. Sebelum tidur tidak lupa setel alarm jam setengah 3, dan ternyata saya tidak mendengar alarm berbunyi.Untungnya entah kenapa saya bangun jam 3 kurang. Padahal biasanya saya mbangkong. Dan ternyata teman – teman kos yang lain juga masih molor. Jadi saya satu satunya yang bangun.

Setelah sukses membangunkan penghuni kos kami keluar beli sahur. Mata masih setengah terbuka ngantri di warung. Hmm.. memang paling enak puasa di rumah. Mata masih kriyep kriyep tinggal melangkah ke meja makan. Nggak usah keluar dan ngantri beli makan.

Makan sahur pertama ini rasanya aneh. Masih belum terbiasa makan pagi pagi buta. Dan seperti tahun tahun sebelumnya makan sahur saya ditemani sinetron para pencari Tuhan yang tahun ini sudah memasuki tahun ke 4. Sinetron yang temanya sederhana dan tidak mengada ada. Satu – satunya sinetron yang saya tonton.

Setelah sahur mungkin tidur sebentar. Ngantuk... Semoga kali ini kuping saya waras dan bisa mendengar alarm untuk bangun sholat subuh.

Semoga ramadan kali ini lancar dan saya bisa puasa tanpa hambatan, amiiinn, mengingat puasa kemaren saya sering sakit dan harus beberapa kali tidak puasa.

-obie- 11 agustus 2010-3.59 pagi

2010/08/10

Malu

Senang, bahagia, ngantuk, capek, marah, malu, bercampur menjadi satu, ya sudah, menulis saja. Hari ini saya dan beberapa teman jalan jalan ke cangar bagi yang belum tahu cangar bisa klik Raider 125 goes to cangar Banyak kisah menarik yang saya alami. Perjalanan berangkat ke cangar sangat menyenangkan. Suasana cerah jadi bisa foto –foto sepuasnya. Begitu juga pas di cangar. Berendam air hangat..hmmm…. seandainya saja di rumah punya kolam seperti itu.. hehe..
Selengkapnya perjalanan di cangar bisa dilihat di link di bawah ini

Raider 125 goes to cangar part 2

Raider 125 goes to cangar part 1

Ketika pulang dimulailah kisah menyedihkan. Hehe.. saya terjebak karnaval yang mengakibatkan kemacetan. Sekitar 2 jam saya berkutat macet. Berusaha mencari jalur alternatif yang akhirnya mentok di kemacetan juga. Namun, bukan hal ini yang merusak kebahagiaan hari ini. Pas perjalanan pulang dari Batu saya terjebak macet lagi. Kali ini saya searus dengan biang keladi kemacetan. Biang keladi kemacetan adalah sekelompok besar orang berpakaian putih putih, berkerudung, berpeci, memegang bendera bersimbol salah satu agama.

Sekelompok orang ini berkonvoi memenuhi jalan dan menyuruh orang lain minggir. Umumnya tidak memakai helm. Mungkin peci atau surban yang mereka gunakan sudah cukup aman, mungkin aman dunia akhirat. Tak lupa sirine sesekali dibunyikan. Arus berlawanan pun tidak berkutik. Mereka minggir bahkan sampai ke trotoar. Saya tidak tahu konvoi ini dalam rangka apa. Namun jelas – jelas mereka sangat merugikan orang lain. Saya sadar, ilmu agama saya masih cetek, masih bodoh, tidak pantas dibandingkan dengan mas – mas, mbak – mbak, bapak ibu ini. Namun, setidaknya saya paham yang mereka lakukan itu sama saja dengan mendzolimi orang lain yang juga memiliki hak yang sama dalam berlalu lintas. Dimulai dengan tidak dipatuhinya peraturan lalu lintas. Tanpa helm, membawa anak – anak dalam konvoi. Mereka juga merampas hak orang lain untuk ikut menggunakan jalan raya.

Mungkin saja di salah satu mobil yang mereka buat macet ada dokter yang sedang berjuang untuk sampai di rumah sakit secepatnya karena ada pasien kritis mengingat di jalur itu ada rumah sakit. Mungkin juga diantara orang – orang yang terjebak kemacetan itu ada seorang kurir titipan kilat yang dikejar waktu untuk memberikan paket kalau tidak pekerjaannya bisa dicopot, anak istrinya pun kelaparan. Dan banyak lagi kemungkinan lainnya.

Pada saat itu saya membonceng teman yang kebetulan beragama lain. Saya malu sekali. Saya malu karena seperti inilah ulah beberapa gelintir orang yang agamanya sama dengan yang saya anut. Ketika melintas, saya memperhatikan wajah – wajah orang yang terjebak macet. Ada yang takut, jengkel, melirik sinis. Saya malu sekali, karena saya merasa expresi itu juga ditujukan kepada saya.

Ya sudahlah. Semoga saja Allah SWT memberikan pengganti yang jauh lebih baik kepada orang – orang yang tadi terdzolimi. Amiin....

Ya Allah. jangan masukkan aku ke dalam golongan orang orang yang mendzolimi dan merugikan orang lain... Amiin....

-obie- 7 Agustus 2010, 5.42 sore

2010/08/05

Alahmdulillah.....

Capekk....tapi entah kenapa saya tidak bisa tidur. Terlalu banyak hal yang terjadi dalam sekejap. Pikiran masih saja terngiang – ngiang ujian tadi. Alhamdullilah akhirnya hari ini saya ujian akhir. Setelah hampir enam bulan pontang panting mengerjakan sripsi. Alhamdulillah tadi bisa menjawab pertanyaan yang diajukan penguji. Tapi kok tidak ada statement lulus / tidak ya? Ah, semoga saja lulus. Hehe.. amiin. Di akhir ujian salah satu penguji mengatakan untuk S1, skripsi saya very good, dan diamini oleh dua pembimbing saya. Semoga itu pertanda baik. Sedangkan satu lagi penguji sudah kabur entah kemana membawa skripsi saya. Memang lagi sibuk sekali orangnya.

Dan sekarang, banyak hal terlintas di pikiran. Saya tidak menduga saya bisa menyelesaikan skripsi saya satu semester, mengingat berbagai masalah yang ada. Namun alhamdullilah akhirnya saya bisa menyelesaikan sebelum deadline ujian untuk semester ini. Apabila melampaui deadline tersebut harus menambah perpanjangan untuk semester depan. Terima kasih untuk teman teman saya, yang membantu saya dua hari begadang menyelesaikan revisi, thank you so much guys.....

Alhamdullilah...

This thesis is dedicated for my mother and my father, thank you for everything…

-obie- 5 agustus 2010, 4.34 sore

Nonton Wisuda

Entah kok pas ya. Pas saya iseng – iseng liat tv untuk sedikit melepas stress karena mau ujian besok lakok nemu acara wisuda. Sabtu kemaren memang ada wisuda di Universitas Brawijaya. Dan sekarang ditayangkan di salah satu tv swasta lokal di Malang.

Sebenarnya acara wisuda ini membosankan. Lawong isinya cuma orang salaman. Tapi entah kenapa saya asyik sekali menontonnya. Seluruh wisudawan dan wisudawati memperoleh tambahan nama. Sebuah gelar disematkan di belakang nama mereka. Wajah mereka berbinar binar bahagia. Entah apa saja yang telah mereka alami sampai akhirnya mereka berhasil menyandang gelar itu.

Saya jadi membayangkan sendiri. Hemm.. nama saya dipanggil, saya berjalan pelan ke atas panggung dan dianugerahi gelar sarjana. Tersenyum sendiri.

Sebenarnya saya tidak terlalu peduli dengan gelar sarjana. Misi utama saya adalah membahagiakan orang tua. Saya paham setiap orang tua pasti ingin anaknya memiliki pendidikan yang setinggi tingginya. Saya masih ingat betul percakapan dengan bapak saya. Saya sering ngobrol masalah politik di rumah. Suatu hari pas pemberitaan sri mulyani yang ditawari jadi direktur bank dunia si pembawa acara menyertakan nama ayah dan ibu sri mulyani yang ternyata profesor. Saya pun nyeletuk. Wuuih.. pantes! Lawong bapak ibunya profesor. Dan bapak saja menyahut, bapak ibunya profesor anaknya profesor sudah biasa, kamu bapak nya bukan profesor kalau bisa jadi profesor itu baru luar biasa. Ya, bapak saya walaupun secara penghidupan sudah bisa dikatakan berhasil dulu tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi. Padahal bapak saya sebetulnya memiliki otak yang encer. Pernah sales mobil mengira bapak saya sarjana ekonomi, karena bapak saya bikin aturan sendiri tidak mau pake aturan leasing. Mungkin karena hal inilah bapak saya ingin anak – anaknya memiliki pendidikan yang tinggi. Selalu nasehatnya, ilmu itu yang paling penting, karena yang lain akan mengikuti.

Dan besok, tinggal satu langkah lagi. Karena diawali dengan niat baik, semoga berakhir dengan baik pula. Amiin..
-obie- 4 Agustus 2010, 9.15 malam.

Deg Deg Deg

Besok saya mau ujian akhir. Entah kenapa tiba tiba badan nggak enak. Tiba – tiba saja hidung meler terus. Pilek. Cepet – cepet saya minum obat flu terus tidur. Bangun tidur badan sudah agak mendingan. Kenapa ya? Saya tidak merasa nervous. Biasa – biasa saja. Mungkin alam bawah sadar saya yang nervous. Tanpa saya sadari sebagian tubuh saya nervous. Dan akibatnya pilek mendadak.

Besok, Kamis, 5 Agustus 2010, jam 10 pagi, mungkin hari yang biasa – biasa saja bagi sebagian besar orang. Tidak ada sesuatu yang penting atau menarik. Namun, besok saya berjuang untuk ujian akhir menghadap 4 orang dosen. Besok merupakan hari penentuan setelah hampir 4 tahun saya kuliah disini.

Saya sudah berusaha semampu saya bisa untuk skripsi ini. Apapun hasilnya besok, Insyaallah itu yang terbaik untuk saya menurut Nya. Dan Insyaallah besok akan berakhir dengan baik. Amiiin.....
Obie-4 agustus 2010-1.56 sore

Hikmah

Judul di atas bukan judul sinetron baru menyambut bulan ramadan ini. Judul diatas merepresentasikan kejadian yang baru saja saya alami. Sore tadi seperti biasa saya iseng iseng pingin ngenet memantau blog otomotif langganan. Ternyata koneksi nya eror. Ya sudah. Saya memakai koneksi wifi gratisan memang. Kadang kala eror koneksinya. Habis magrib saya coba lagi ternyata masih eror. Saya lalu bertanya kepada teman sebelah kamar ternyata koneksinya bisa. Setelah dicek ternyata wifi external yang saya gunakan eror.

Apesnya wifi ini bukan punya saya. Wifi ini barang pinjaman daripada nganggur ditinggal pemiliknya liburan akhirnya saya pakai. Benda seharga 300rb an ini sudah sebulan lebih saya pakai. Sebelumnya saya memakai telkomsel flash. Dari pada membayar, lawong ada yang gratisan. Eee lakok malah rusak. Karena kejadian ini berarti saya harus menyiapkan 300rb untuk mengganti. Padahal saya berencana membeli sesuatu dalam waktu dekat. Terpaksa ditunda / dibatalkan rencana ini.

Sempat saya merenungi nasib. Kok ya pas saya pinjam rusaknya. Kok nggak dari dulu dulu. Namun akhirnya saya justru bersyukur. Karena dari kemaren – kemaren saya keasyikan ngenet download game akhirnya skripsi saya terbelengkai. Padahal saya mau ujian. Kalau nggak rusak pasti sampai sekarang saya belum ngerjakan slidenya. Pasti sekarang saya keasyikan ngenet lagi. Karena nggak ada internet saya bisa fokus mengerjakan slide presentasi, dan akhirnya selesai.

Kalau toh memang tidak bisa diperbaiki dan harus mengganti ya diganti. Mungkin memang saya yang kurang beramal kali ya. Sekarang diingatkan.

Alhamdullilah.. wifinya rusak...

2010/08/02

Nasi Bungkus 2500?? gak salah?

Setelah beberapa teguk air minum, dimulailah menulis untuk hari ini. Hari ini entah kenapa lumayan rajin. hehe. Bangun pagi masih kriyep kriyep mengambil bak. Ambil pakaian kotor trus mencuci. Pas asik menjemur terdengar ibu - ibu menawarkan sesuatu. "nasi mbak.... kue..."Sebenarnya sering saya mendengar suara ini. Tapi biasanya mbangkong jadi malas untuk keluar, hehe. Akhirnya karena penasaran dari lantai atas saya tanya ke ibu penjual. "nasi apa bu?" "nasi kuning" jawabnya. Wuuiih..boleh2. Daripada gak sarapan (yang merupakan rutinitas harian) bolehlah dicoba. "berapaan bu nasinya?" tanya saya. "2500 mas". Heh? Dalam hati saya heran. Terakhir kali saya beli nasi 2000 an pas saya masih sma kalau nggak salah. Mungkin ibu ini tadi malam mimpi hidup di abad yang berbeda dan ketika terbangun masih terbawa mimpi jadi salah menyebutkan harga. Tapi ternyata memang benar. 2500 rupiah tok. Wuuih, kenapa nggak dari dulu saya tahu ya?hehe. Ternyata saya melewatkan banyak hal di pagi hari. Setelah saya beli ibu itu mengganti slogannya. Tidak lagi nasi mbak... tapi nasi mas....hehehehe.

Eiiit..liat dulu isinya. Murah tapi kalo gak normal dimakan ya percuma. First impression saya untuk nasi bungkus ini... hemmm...not bad. Porsi lumayan. Memang nggak terlalu banyak sih. Tapi pas untuk sarapan soalnya perut belum sip benar. Menunya juga not bad. Ada buncis, telur, kering tempe dan kentang, khas menu nasi kuning. Rasa juga lumayan.

Heran saya masih bisa menemukan harga 2rb an disaat harga - harga yang mencekik. Berikut saya tambahkan kenaikan harga makanan "pokok" anak kos di daerah universitas brawijaya.

Nasi goreng 5000 naik menjadi 6000
ayam goreng tepung 5000 naik menjadi 5500
Nasi + cap cay 6500 naik menjadi 8000
nasi rendang (nasi padang) 7000 naik menjadi 8000
nasi campur2 rata2 naik 500 - 1000 an
Menu - menu lain yang tidak naik harga memilih untuk mengurangi kualitas alias mengurangi lauknya.

Hari ini berbeda dengan hari hari kemarin karena saya berangkat ke kampus dengan perut kenyang....hehehe

2010/07/31

Strategi Domestikasi Terjemahan di JTV

Menonton tayangan sulap di jtv memunculkan ide saya untuk menulis. Saya salut sekali dengan penerjemah acara ini. Acara sulap ini menggabungkan sulap dengan komedi. Jadi, sembari mempersiapkan triknya si pesulap melontarkan lawakan lawakan. Acara ini juga menggunakan dubbing boso jowo khas jtv. Yang menarik, si dubber ini berhasil melakukan domestikasi lawakan - lawakan si pesulap. Sepanjang sepengetahuan saya, lawakan indonesia dan barat berbeda. Di barat lawakan biasanya berupa sindiran tidak langsung. Butuh sedikit berpikir untuk bisa memahaminya. Lawakan disini biasanya langsung. Kadang juga "menyerang" kondisi fisik lawan main.

Nah, terjemahan acara ini berhasil melakukan domestikasi sehingga penonton lokal yang notabene tidak terbiasa dengan lawakan barat bisa memahami dan tertawa (setidaknya saya tertawa). Lawakan tambah menarik karena dubber menggunakan aksen madura. Lucu sekali. Orang bule di dubber dengan logat madura. Silahkan dibayangkan sendiri.

Umur dan Bijak

Lumrahnya umur dan bijak sejalan. Semakin banyak umur seseorang seharusnya orang tersebut semakin bijak karena sudah banyak mengalami berbagai macam cobaan hidup. Namun kadang yang terjadi justru sebaliknya. Kadang semakin tua seseorang justru semakin kekanak kanakan dan bertindak sesuka hatinya.

Seperti yang saya alami hari ini. Hari ini saya berkunjung ke reumah salah satu teman. Setelah ngobrol ngalor ngidul terdengar kegaduhan di luar. Saya pun melongok ke luar. Alangkah kagetnya saya melihat motor saya di jalan. Padahal sebelumnya saya parkir di tepi diantara mobil. Dan di sebelah motor saya ada kakek kakek yang marah marah teriak teriak karena jalannya terhalang. Akhirnya saya pun keluar. Ternyata mobil di sebelah saya parkir tadi mau berangkat jadi motor saya dipinggirkan dulu. Saya diumpat habis habisan oleh kakek itu untuk kesalahan yang tidak saya lakukan. Sebenarnya pun masih banyak ruang untuk kakek itu lewat. Buktinya orang - orang lain yang lewat dengan santainya. Entah apa yang ada di otak kakek ini. Mungkin perlu saya deskripsikan mengenai kakek ini. Sudah lumayan tua. Mungkin 60 tahun ke atas. Dan yang menjadi perhatian saya adalah matanya. Aneh. Mungkin katarak atau semacamnya. Bagian mata yang seharusnya berwarna hitam tidak berwarna hitam melainkan keabu abuan. Yang saya kasihan wanita yang mungkin istrinya yang diboncengnya. Sejak awal sudah berusaha menenangkan si kakek tapi tidak berhasil. Mungkin dia malu karena menjadi perhatian orang orang. Kasihan nenek ini. Dia menikahi orang yang salah. Entah berapa puluh kali kejadian seperti ini sudah dia alami.

Saya mencoba tenang saat diumpat habis habisan. Saya pandangi saja kakek aneh ini. Saya juga memandangi si nenek yang keliatannya kawatir saya ikut ngamuk. Tidak perlu matematika untuk mengkalkulasi ini. Saya yakin beberapa kali tinju juga kakek ini pasti roboh. Melihat kondisinya yang ringkih. Saya lalu masuk ke dalam untuk mengambil kunci karena kebetulan motor saya kunci setir. Waktu saya masuk si kakek teriak teriak lagi jauh lebih keras mungkin sebal karena saya abaikan. Ternyata pas saya ambil kunci orang yang tadi memindahkan motor saya bertindak lebih dulu meminggirkan motor saya. Sebetulnya saya bisa saja meminggirkan dari tadi. Tapi nggak seru. hehe.. Pas saya akan memasukkan motor ke halaman rumah pemilik mobil itu berkata, sabar mas... orang sini memang kasar - kasar...

Hal yang saya alami ini mengingatkan saya tayangan salah satu tv swasta di malang yang porsi tayangan utamanya mengenai agama Budha. Saya kadang iseng melihat stasiun ini. Karena sering kali membahas falsafah hidup. Waktu itu si penyiar menyampaikan kalau manusia itu ibarat buah. Ada tiga macam. Ada buah yang cantik dan rasanya pun manis. Ada buah yang dari luar tidak menarik namun isinya lezat. Namun ada pula buah yang tidak menarik begitu juga isinya pahit. Saya rasa saya baru bertemu orang yang sesuai tipe buah ketiga.

Semoga saja kelak ketika saya tua saya bisa menjadi orang yang lebih sabar lagi. Lebih bijak, dan akan saya tanamkan kebijakan itu di hati cucu saya. Amiiiinn.....

2010/07/30

Tingkah Polah Maba

Tahun ajaran baru telah tiba. Begitu juga dunia perkuliahan. Banyak wajah - wajah baru bermunculan. Terlalu banyak nama baru untuk diingat. Tidak ada satupun nama yang saya ingat, hehe. Sejak dulu saya hobi mengamati tingkah polah mahasiswa baru ini. Berikut akan saya ceritakan hasil pengamatan saya.

Cukup mudah mengenali maba. Terutama yang datang dari daerah bukan perkotaan. Masih lucu - lucu. Baik yang lugu atau yang berpenampilan "gaul". Yang lugu pastinya sudah pada tahu semua lah ya. Potongan rambut standar. Tidak ada aksesoris aneh aneh. Na, yang saya tertarik justru yang "gaul". Sering kali terlihat dipaksakan dan aneh. Mungkin maksudnya kuliah baru penampilan baru. Tapi malah aneh menurut saya. Di musim ospek ini mahasiswa baru juga bisa dikenali dari barang bawaannya. Membawa benda aneh aneh dengan wajah gugup. Biasanya juga diantar oleh seseorang entah ibu, kakak, atau sodara yang lain. Tidak habis pikir saya dengan jalan pikir panitia ospek yang menyuruh juniornya membawa benda - benda ini. Setiap saya ditanyai saya selalu menjawab yang sama. Kalau ada dan murah, beli gak papa. Tapi kalau susah nyarinya, mahal, gak usah. Paling paling dimarahi / dikerjai, gak lebih. Seperti saya dulu pas ospek. Sering banget kena marah.

Berdasarkan pengamatan saya, maba pun memiliki karakter yang berbeda - beda. Ada yang dari awal sudah ketahuan bakat mbeling nya. Baru satu bulan sudah pakai tindik, koleksi minuman keras, dll. Namun tipe yang ini justru tidak terlalu berbahaya. Karena pada dasarnya orang orang seperti ini justru nyantai dan gak terlalu bermasalah. Karena mereka nggak akan ngganggu kalo nggak diganggu. Yang berbahaya justru yang terlalu lugu. Ada dua kemungkinan untuk tipe ini. Pertama mereka akan konsisten lugu, dan hal ini baik. Namun, kemungkinan kedua mereka justru bisa jauh lebih parah dari pada yang sejak awal sudah terdeteksi mbeling. Tipe ini biasanya kurang ajar dan bikin gemas tangan untuk menghajar. (pengalaman kasus pencurian di kos ternyata biang keladinya justru anak yang sangat lugu). Tipe seperti ini biasanya memiliki orang tua yang straigth. Jadi si anak dipaksa tunduk 150% kepada orang tuanya. Begitu si anak ini kuliah, jauh dari orang tua, seolah oleh mendapat kebebasan. Dan rasa kebebasan ini jauh lebih berbahaya dari pada anak yang sejak awal sudah terbiasa bebas.

Satu lagi, ada cerita menarik yang saya alami beberapa hari ini. Kos saya yang sekarang ini bangunan lama. Oleh karena itu kamar mandinya agak mengerikan. Sering ada hewan - hewan tidak jelas merayap di lantai. Oleh karena itu setiap masuk pake sendal jepit. Na.. Suatu ketika ada mahasiswa yang masuk kamar mandi. Dan dengan polosnya sendalnya dilepas dan dijejer rapi di depan pintu kamar mandi. Tersenyum sendiri saya melihatnya. Tipe maba seperti ini menurut saya akan konsisten dengan dirinya. Tidak berubah ke arah mbeling. Cerita yang lain ketika saya dikejutkan bapak kos yang nggeremeng masalah jemuran. Ternyata ada salah satu maba yang menjemur baju (termasuk kolor dan sebagainya) di depan balkon. Perlu diketahui kalau kos saya ini persis menghadap kampus. Jadi.. ya... ada pemandangan yang lain hari itu. Entah dimana anak itu memperoleh tali tampar untuk membentang jemuran. Padahal oleh bapak kos sebenarnya sudah disiapkan tempat untuk menjemur. Lebih tersembunyi namun banyak mendapat sinar matahari.

Maba menurut saya obyek yang sangat menarik untuk diamati. Namun, ungkin ini terakhir kali saya mengamati maba disini. Karena minggu depan saya akan ujian akhir. Entah saya akan mengamati di universitas lain nanti.

2010/07/28

grup / genk

Akhirnya ada kesempatan untuk menulis lagi setelah beberapa hari kerja rodi. Hujan deras, agak dingin, ditemani alunan "kisah terindah" dari Warna, menambah nikmatnya menulis.

Oke, yang akan saya ceritakan ini sebetulnya sudah terjadi minggu lalu. Namun karena lumayan sibuk jadi tidak sempat menulis. Saat itu, saya dan beberapa teman sedang duduk - duduk di kampus menunggu bagian pengajaran buka karena sedang istirahat. Kami ingin menanyakan jadwal seminar hasil yang nggak keluar - keluar. Dua teman yang lain salah satunya senior saya datang. Mereka akan mengurus nilai. Kami pun mengobrol ngalor ngidul sampailah di topik seminar hasil. Si mbak senior saya ini kemudian memberikan selamat. Dia mengatakan, wah.. hebat ya genk kalian, dah hampir selesai semua. Sini salaman satu satu biar ketularan.

Awalnya saya merasa tidak ada yang aneh dari ucapan si mbak tadi. Tapi kemudian saya memikirkan sesuatu. Genk? hmm..... tanpa saya sadari saya punya genk ya? Memang, saya memiliki beberapa teman akrab. Wira wiri kemana mana kami sering bersama - sama. Mulai duduk yang sebaris waktu kuliah, karaoke, nonton, makan, dll. Pas kuliah misalnya, kalau salah satu teman belum datang, teman yang lain akan menyisakan bangku yang "strategis" untuk teman tersebut.

Sebenarnya sejak dulu saya tidak pernah mengenal yang namanya genk. Karena pada dasarnya saya suka berteman dengan siapa saja. Itulah mengapa diatas saya menyebutnya teman akrab / sahabat dan bukan genk. Karena entah mengapa dengan penyebutan "genk" seolah olah pertemanan menjadi terbatas. Saya memang mungkin tidak punya terlalu banyak teman, karena saya tidak menyukai kegiatan kegiatan berorganisasi. Namun, dengan teman saya yang terlalu banyak ini saya sangat terikat. Bahkan awet sampai bertahun tahun tahun. Mulai teman dari sd sampai kuliah. Dan dari dulu saya tidak pernah menyebutnya genk. teman ini adalah orang yang saya nyaman berada di sekitarnya dan mereka nyaman berada di sekitar saya. Saya kadang bicara ngawur dan sering usil. Makanya saya cocok dengan orang - orang yang tidak mudah tersinggung. Mungkin saya kurang cocok dengan orang yang halus sekali, dan terlalu perasa.

Karena sistem yang saya anut ini bukanlah sebuah genk, maka saya terbuka untuk berteman dengan siapa saja. Dan diantara teman teman tersebut, mungkin ada beberapa sahabat saya.

Jadi, siapa sajakah genk anda? kalau saya sih tidak punya, tp saya punya sahabat.

2010/07/25

Sakit selalu datang pada saat yang tidak tepat

Sebenarnya sudah dua mingguan ini saya merasakan kalau badan saya agak kurang enak. Maklum anak kos. output tidak sebanding dengan input. Apalagi dua minggu belakangan ini saya agak kecapekan. Tidur larut malam, siangnya seharian di kampus. Tidak sempat sarapan. Sarapan sekaligus makan siang. Apalagi makan makanan secara ngawur. Banyak warung yang tutup, karena ini musim liburan. Menu yang tersedia itu itu saja, kalau sudah mentok bosen ujung ujungnya mi instan.

Saya sebenarnya sudah menekankan kepada diri sendiri untuk tidak sakit. Setiap makan diluar saya hanya pesan satu minuman: es jeruk / jeruk anget. Sekedar menambah tambahan vitamin c. Saya gak boleh sakit, karena sudah tidak ada waktu lagi untuk sakit. Tapi ternyata sejak kemarin saya KO. Dimulai jumat sebetulnya. Pas jumatan sudah meler saja ini hidung alias flu. Sabtu, flu berubah menjadi pusing. Minggu pagi flu sudah hilang ganti perut eror. Berkali kali ke belakang sampe lemes..

Padahal besok seminar hasil. Untung slide presentasi dan handout sudah saya persiapkan sebelumnya. Karena saya gak belajar. Sekedar baca - baca dikit trus tidur. Hemmh, semoga besok lancar... amiiinn.

2010/07/22

Fiiuuhh..

Menyelesaikan skripsi tepat waktu satu semester memang tidak mudah. Tidak hanya masalah skripsi itu sendiri namun juga banyak faktor eksternal yang mempengaruhi. Seperti yang saya alami. Saya sudah mendaftar untuk seminar hasil minggu yang lalu. sampai tadi siang masih belum mendapat dosen penguji. Sedangkan teman yang lain yang baru mendaftar langsung mendapat informasi mengenai dosen penguji.

Akhirnya saya langsung bertanya kepada ibu dosen yang kebetulan juga memiliki otoritas yang lumayan. Sebetulnya saya sudah mendapat 1 dosen penguji. Namun dosen tersebut akan menghadiri konferensi ke luar negri dan disarankan untuk mencari dosen lain. Jadi saya memutuskan untuk mencari dosen lain. Tugas yang seharusnya dilakukan oleh bagian pengajaran kampus akhirnya saya ambil alih. Saya mencari dosen, tanya waktu luangnya kapan, dan bersedia atau tidak untuk menjadi penguji.

Alhamdullillah akhirnya dosen yang saya minta bersedia. Waktunya pun cocok. Saya harus sesegara mungkin seminar karena tidak ada waktu lagi. Semoga besok jadwal sudah fixed. Amiin..

2010/07/19

Akhirnya Selesai

Setelah berbulan bulan bulan akhirnya selesai juga skripsi yang saya kerjakan. Belum benar - benar selesai sih. Belum ujian seminar dan ujian komprehensif. Selesai maksudnya dari cover sampai lampiran dan revisi dari dosen pembimbing. Puas rasanya.

Skripsi saya ini cukup berbobot. Berbobot bukan konten atau bahasannya, tapi tebalnya, hehe. Total 154 halaman. Hari ini saya foto kopi rangkap empat, jadi 5 termasuk yang asli. Lumayan berat juga bawanya.

Sampai kosan saya keluarkan semua, dijejer satu satu. Wuih, gak nyangka. Membuat benda 154 halaman ini lumayan juga perjuangannya. Tapi senang. Karena topik yang saya ambil kebetulan saya suka.

Sejenak saya pandangi satu satu, dibuka buka. Enggak peduli nanti yang terjadi. Mungkin dicoret coret dengan kejam oleh dosen penguji, hehe. Semangaaat!!

2010/07/15

Jumatan yang Berbeda

Hari ini saya ke kampus sekalian melihat kalau2 pengumuman seminar hasil sudah ditempel atau belum dan juga menghadiri seminar hasil salah satu teman. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 11 lewat. Saatnya sholat jumat. Awalnya saya berencana untuk jumatan di luar kampus karena biasanya di kampus penuh sesak masjidnya. Tapi teman saya mengajak untuk sholat jumat di gedung rektorat.

Setelah naik ke lantai lima naik lift, sampailah saya ke sebuah ruangan yang lumayan luas yang disulap menjadi semacam mushola. Untung ada beberapa sendal jepit entah punya siapa. Pinjam sebentar buat wudhu. (ya Allah berilah balasan yang setimpal kepada pemilik sendal, amiin).

Biasanya saya jumatan di sekitar kosan. Dan topik kutbah nya bisa ditebak dan monoton. Nah, kali ini saya menemukan sesuatu yang berbeda. Biasanya saya terkantuk kantuk. Kali ini melek dan mendengarkan dengan serius. Temanya mungkin sama dengan tema kutbah yang lain, yaitu masalah ketakwaan. Namun, disampaikan dengan cara yang berbeda. Diawali kalau ketakwaan ibaratnya usaha kita untuk mendapat surga yang sejatinya kaplingannya sudah ditentukan. Untuk memiliki kaplingan tersebut kita harus memiliki ketakwaan. Dengan ketakwaan manusia juga memiliki kecerdasan secara ekonomi, sosial, emosional, spiritual, dsb (saya agak lupa). Saya tidak tahu bagaimana sosok khotib ini karena tertutup sebuah tiang yang lumayan besar. Saya hanya mendengar suaranya saja. Mungkin ini juga menambah ketertarikan saya. Khotib ini menyampaikan ayat Al Quran dengan menghubungkannya dengan fenomena nyata disekitar. Tentang kerusuhan mojokerto, anak sd yang mencoba bunuh diri saking kepinginnya sekolah. Selain mengambil Al Quran dan Hadits juga ditambah buku buku populer dan penelitian penelitian ilmiah. Ini yang membuatnya tidak terlalu di awang awang dan mudah dicerna terutama yang ilmunya cetek seperti saya ini.

Satu hal yang saya paling ingat. Khotib berkata bahwa dalam Islam manusia yang paling baik bukan manusia yang tidak pernah berbuat salah, namun manusia yang belajar dari kesalahan dan bertobat.

Ketika pulang ternyata lumayan ramai (saya tidak tahu karena di shaf nomor dua dari depan). Ketika saya menunduk untuk mengambil sepatu seseorang dengan santainya menginjak sepatu saya dan dengan tenangnya dia (cukup lama) mencari cari kemudian memakai sendalnya. Hati sudah mulai panas, namun teringat tentang kecerdasan sosial yang dijelaskan tadi. Ya sudahlah, saya lebih memilh kaplingan di surga dari pada ribut karena hal sepele.

2010/07/11

Nonton Bareng Final Piala Dunia 2010


wajah - wajah mengantuk

seandainya punya big screen kaya gini asik y..hehe

huaaahhhmm..... badan rasanya aneh semua setelah semalaman begadang. Baru kali ini saya bener2 begadang alias tidak tidur satu menitpun. Tadi malam saya nonton bareng dengan lima teman di sebuah rumah baca. Rumah baca ini lumayan mewah berada di sebuah perumahan elit. Tempatnya enak kecuali asap rokoknya. Padahal ber ac. Ac + rokok wuiih dahsyat. Sepanjang pertandingan saya memakai jaket saya sebagai masker.

Kami datang terlalu awal. Pesan makanan dan minuman, ngobrol - ngobrol dulu. Tak lama kemudian pesta penutupan hajatan sepak bola terbesar dunia ini dimulai. Mewah sekali pesta penutupannya. Tak heran, karena FIFA untung triliunan dalam gelaran piala dunia kali ini.

Saya mulai bosan dan membuka buka majalah yang banyak disediakan di tempat tesebut. Tiba - tiba saya dikejutkan oleh teriakan para penonton. Ternyata Belanda dan Spanyol sudah mulai memasuki lapangan. Baru kali ini saya nonton bareng. Semua heboh untuk hal yang saya tidak tahu apa. Sekedar pemain idolanya masuk lapangan semua suit - suit dan berteriak - teriak heboh.

Malam tadi saya termasuk pendukung Belanda. Ketika mas pembawa acara meminta pendukung belanda angkat tangan untuk memberikan kuis, saya langsung angkat tangan. Padahal saya tidak tahu apa apa tentang bola, hehe. Untung bukan saya yang ditunjuk. Saya tidak suka spanyol karena tempo permainannya lambat dan seringkali membuat saya mengantuk. Spanyol juga mengalahkan Jerman. Saya suka Jerman karena rajin sekali mencetak gol. Saya paling malas kalau nonton bola gak gol gol.

Permainan berjalan seru walaupun kedudukan 0-0 berjalan sampai akhir akhir pertandingan. Spanyol berhasil menjebol gawang Belanda di babak tambahan kedua dan untuk pertama kalinya menjadi juara dunia. Sneijder dkk pun menangis merana.

Sekali lagi Paul si gurita menunjukkan kemampuannya dengan sebelumnya memprediksi spanyol akan memenangkan pertandingan. Ternyata benar. Dan menurut saya prediksi Paul jauh lebih menarik dari pada Dedy Corbuzier yang hanya disimpan di sebuah kotak tidak ditunjukkan langsung.

Selamat berpesta spanyol......good job!

2010/07/10

Manusia dan Kehidupan

Hari ini saya dan bapak ibu saya berkunjung ke sebuah daerah, pedesaan, masih di kabupaten malang karena ada beberapa keperluan. Selain untuk nyekar ke makam nenek, juga untuk menyelesaikan beberapa permasalahan dan menjenguk kakak almarhumah nenek saya yang sakit. Hari ini saya mempelajari beberapa hal tentang hidup. Akan saya bagi kisahnya.

Setelah nyekar ke makam nenek, perjalanan dilanjutkan ke rumah kerabat ibu, lebih tepatnya sepupu ibu saya. Ada beberapa masalah yang harus diselesaikan, mengenai status tanah warisan dari buyut saya. Karena ada saudara nenek saya yang tidak punya anak, maka warisan dari buyut dibagi merata ke saudara - saudara yang lain. Naa.. masalah pun muncul. Jaman dulu tidak ada sertifikat, atau perjanjian tertulis. Hanya mulut ke mulut. Sampai disana ternyata ada sebagian tanah yang sudah dijual. Ya sudah, keluarga saya mengalah dan menerima bagian dari penjualan untuk diberikan ke masjid. Dan memutuskan untuk memperjelas status tanah yang lainnya. Sebenarnya, kalau dirupiahkan tanah ini tidak seberapa karena letaknya yang di pelosok pedesaan. Namun, karena hak, dan untuk memperjelas masalah maka hal ini menjadi sangat penting. Akhirnya kami langsung menuju lokasi tanah tersebut. setelah beberapa saat mengukur, terjadi perdebatan. Kami sendiri tidak tahu apa apa tentang tanah tersebut. 2 kerabat yang tinggal di sekitar lokasi lah yang paham. Dan salah satu kerabat meyebut panjang tanah 21 meter, sedangkan satunya 20 meter. Saya jadi paham, kenapa orang bisa saling bunuh hanya gara gara masalah tanah. Kalau tanahnya miliaran sih gpp. la ini, gak sebanding. Akhirnya saya membantu mengukur ulang, dan memang panjangnya 21 meter. Si kerabat yang satunya mencoba korupsi 1 meter karena memang mepet tanahnya. Jadi lumayan kalau nambah 1 meter. Sebenarnya, walaupun mereka berbohong kami pun tidak tahu. Kami pasrah saja, demi kebaikan. Setelah proses mengukur selesai, dibagi, dibuatkan perjanjian agar ke depannya tidak kisruh lagi.

Perjalanan dilanjutkan ke rumah kakak almarhum nenek saya. Beliaunya baru jatuh sehingga tidak bisa berjalanan. Kakak nenek saya ini unik. Lucu. Kata budhe anaknya mbah ini, 6 bulan cuma tidur tiduran saja. Tadi sudah bisa pindah ke kursi roda dan ikut ngobrol di ruang tamu. Mungkin karena senang rumahnya ramai, si mbah bercerita aneh2. Lucu. Cerita kalau beliaunya gak ingat kami2 yang berkunjung. Bapak saya malah bercanda dan bertanya siapa nama suaminya dulu. Mbah ini menikah 3 x lo! nama suami yang pertama masih ingat, namun yang kedua dan ketiga sudah lupa. Nama anak anaknya pun juga lupa. Malah ada salah satu anaknya yang dikira pembantu. Saya diceritai banyak hal. Mulai giginya yag sering copot pas makan, juga tentang sawahnya yang katanya habis. Ibu saya memberi uang 50rb kepada mbah ini, dan bertanya ini berapa. Si mbah menjawab 500 sambil menyahut, lek duwik aku yo sik ngerti (kalau masalah uang aku juga masih tau) walaupun jawabannya salah. Kemudian anaknya memintanya menghitung jumlah nol, dan dijawab empat. Na terus kalau 5 nolnya empat berapa? tanya si anak lagi. Si mbah menjawab 500. kami pun tertawa lagi. Saya pun membayangkan, hemm... bagaimana kalau suatu saat nanti saya yang duduk di kursi roda itu. Sudah pikun dan tidak tahu lagi saudara bahkan anak sendiri. Membaca blog ini (kalau masih inget punya blog) dan tersenyum sendiri. Semoga cepat sembuh mbah ya...

2010/07/05

Apa Jadinya Dunia Tanpa Lagu?

Entah kenapa saya suka sekali bersenandung. Dimanapun, kapanpun. Mungkin warisan ibu saya kali ya? (kalau bapak saya gak mungkin soalnya, hehe, dulu pernah sekeluarga terpingkal pingkal karena pertama kali dan terkahir kalinya mendengar bapak saya bersenandung lagunya Broeri Marantika). Dan ibu saya mewarisi dari kakek saya (berdasarkan cerita, kakek saya pernah punya grup musik, keroncong ato apa gitu). Saya tidak bisa membayangkan misalnya kalau lagu dilarang diputar di negara ini. Apa jadinya hari – hari tanpa lagu?

Lagu ibarat mesin waktu. Ketika mendengar lagu tertentu seseorang bisa tersenyum sendiri. Atau mungkin menangis tersedu sedu. Karena lagu merupakan mesin waktu. Seseorang akan tersenyum ketika lagu itu membawanya kedalam sebuah kenangan manis. Demikian pula sebaliknya. Seseorang pun bisa menangis tersedu sedu ketika mendengar sebuah lagu, karena lagu itu mengingatkannya pada kenangan pahit masa lalu.

Sebuah lagu bisa membawa seseorang yang sedang kasmaran terbang keangkasa, namun juga bisa membuat orang yang patah hati bunuh diri. Sebuah lagu bisa membakar semangat pasukan yang akan bertempur di medan perang. Sebuah lagu juga bisa membuat kita merenungi hidup.

Hebat ya susunan nada yang bernama lagu ini? Tangga nada hanya tujuh namun bisa membawa efek yang luar biasa. Terima kasih saya ucapkan kepada para pencipta lagu dan penyanyi apapun jenis musiknya. Terima kasih Goo Goo Dolls untuk Iris nya, Boys II Men untuk One Sweet Day, Danield Badingfield untuk If You’re not the One, Five For Fighting untuk One More For Love, Same Same untuk Love Isn’t, Oka ft Sabria untuk So Special, Vidi Aldiano untuk Pelangi Dimalam Hari, D’Cinnamon, Dygta, Ada Band, Ten 2 Five, Sheila on 7, Padi, Gigi, Ebiet G Ade, Yovie Nuno, dllll. Terima kasih karena telah menghiasi hari hariku.

2010/07/03

walah, ketiduran

Hari ini untuk kesekian kalinya saya tes TOEFL. Sebenarnya saya sudah bosan. Bukannya sudah pinter dan nilainya bagus, tapi karena di kampus saya TOEFL ada tiap semester. Jadi, begitu mendengar kata TOEFL seolah olah saya sedang dihipnotis Romy Rafael dan tiba tiba saja mengantuk.

Demikian juga yang terjadi hari ini. Durasi TOEFL yang lumayan panjang membuat saya bosan. Seksi pertama, kedua, dan yang ketiga batrei sudah mau habis. Apalagi saya belum sempat sarapan, dan tadi malam tidur lumayan larut. Klop dah. Ruangan yag dingin ber AC semakin mendukung suasana. Saya sudah tidak begitu konsentrasi di soal - soal terakhir. Dan tiba - tiba saja zzz...

Saya tidak tahu apa yang terjadi, kaget. Mendengar suara pengumuman bahwa waktu habis. Sempat bingung sejenak dimana saya berada. Untung semua sudah saya kerjakan. kalau nggak, kacau. Pertama kalinya saya ketiduran di kelas. (beberapa kali sih, tapi yang lainnya di sengaja, hehe).

2010/06/30

Cita – Cita

Dulu sewaktu kita masih seusia upin dan ipin sering sekali mendengar pertanyaan, ”kalau dah gedhe mau jadi apa?”. Apa sebuah cita – cita hanya perlu dibuat ketika masih kecil? Bagaimana dengan anda? Apa cita – cita anda dulu? Hehe

Saya terakhir kali memiliki cita – cita ketika saya SMA. Ketika saya kuliah saya tidak memiliki cita – cita karena menganggap bahwa hidup tidak bisa dicita citakan. Dilakoni saja. Itu prinsip saya. Dulu waktu sma ketika saya ditanya oleh teman nanti mau hidup yang kaya gimana, saya punya jawaban begini. Nantii... kalau kamu ketemu saya, kamu akan menemui seseorang bersendal jepit, pakai celana pendek, dan kaos oblong (tipe orang yang kalau mau masuk mall dilirik petugas keamanan nya hehe). Tapi... di kantong saya ada sebuah benda kecil hitam dengan beberapa tombol, dan kalau tombol ini ditekan, tiit tiit.. sebuah Ford Ranger akan berbunyi di parkiran.

Itu dulu. Entah kenapa sekarang saya tertarik lagi untuk bercita cita. Cita cita saya pas sma diatas masih berlaku, namun saya punya beberapa tambahan. Hemm.. kalau bisa saya pingin punya pekerjaan yang masih ada hubungannya dengan ilmu yang saya peroleh. Untuk memuluskan cita cita yang satu ini saya punya rencana akan melakukan ”sesuatu” selepas lulus. ”sesuatu” yang bisa menambah ilmu saya. Kalau akhirnya pekerjaan itu bisa saya dapatkan saya tidak mau lama – lama. Saya pingin punya pekerjaan yang bisa memberikan saya kebebasan ruang. Dengan ilmu + pengalaman selama bekerja + internet saya ingin bisa bekerja dimana saja. Hal ini juga sebagai langkah preventif karena kelihatannya pada akhirnya nanti saya harus pulang kampung. Kebebasan ruang juga untuk menyalurkan hobi. Mudah mudahan kalau dikasih rejeki, saya pingin punya motor yang enak dipakai touring dan kamera digital SLR. Di akhir pekan atau akhir bulan saya akan berpetualang, entah kemana, berhenti di spot yang menarik dan mengabadikannya. Terakhir, saya pingiiin punya kos – kos an. Ini untuk kebebasan finansial ketika saya tua nanti. Jadi saya tidak perlu merepotkan anak cucu. Karena kelihatannya saya tidak mengarah untuk menjadi pegawai negeri, saya akan menciptakan dana pensiun sendiri dengan kos kos an itu. Hasil kos kosan memang kecil, tapi pasti, sepanjang universitas nya tidak bubar.

Hemm.. jadi membayangkan. Hehe. Menutup mata sejenak, menikmati.

Namun, tentu saja manusia hanya bisa berusaha. Hanya mengajukan proposal. Allah SWT yang memiliki hak prerogatif untuk meng ACC atau tidak. Saya juga tidak pernah menggunakan kata ”pokoknya” untuk hal hal yang saya inginkan. Karena apalah yang diketahui manusia dari keinginannya. Malah kadang kita menginginkan hal hal yang sebetulnya tidak baik untuk kita. Ibarat suspensi racing, cita cita saya ini adjustable. Akan saya usahakan sefleksibel mungkin dengan perkembangan situasi. O iya, saya juga punya cita cita untuk keluarga saya sendiri kelak, tapi belum saatnya di share di sini. Hehe.. Tidak boleh ketinggalan, saya juga ingin belajar untuk mengetahui komposisi yang pas antara pasrah dan berusaha. Di titik mana kita harus berusaha dan di titik mana pada akhirnya harus pasrah.

Sebuah Drama yang Bernama Sepak Bola

Sebenarnya saya tidak suka sepak bola. Hiruk pikuk piala dunia tidak memberikan efek pada saya. Demikian juga piala dunia kali ini. Apalagi saya tidak suka lagunya. Waka Waka ee eee bla bla bla this time for Africa. Namun kemarin malam entah kenapa tanpa saya sadari menonton piala dunia Paraguay vs Jepang. Setelah menonton monster inc di Global tv sambil mengerjakan skripsi saya pindah pindah chanel. Putus asa, karena tidak menemukan siaran yang cocok, akhirnya saya terdampar di RCTI.

Entah mungkin karena Jepang satu satunya negara asia yang tersisa menumbuhkan simpati saya. Tiba tiba saja mendukung Jepang. Kedua tim bermain lumayan bagus. Saling serang dan bertahan dan tidak ada yang berhasil mencetak gol walaupun dengan babak tambahan. Akhirnya pemenang ditentukan dengan tendangan penalti.

Di sinilah saya terbawa suasana pertandingan. Terlihat jelas para pemain sangat gugup terutama penjaga gawang. Ketika pemain lainnya memberikan pelukan dukungan penjaga gawang Paraguay tersenyum. Senyum yang menurut saya tidak natural. Senyum yang hanya di bibir karena terlihat gerak gerik dan raut wajah menampakkan ekspresi yang berbeda. Begitu pula dengan pemain lainnya. Bahkan pemain kelas dunia seperti mereka pun masih mengenal yang namanya nervous.

Ini merupakan hal yang wajar. Adu penalti kelihatannya sepele, tetapi efeknya dahsyat. Para pemain ini akan terlihat bodoh apabila tidak bisa memasukkan bola. Dengan jutaan pasang mata di seluruh penjuru bumi tekanan yang mereka hadapi semakin berat. Entah kenapa saya tiba tiba bersyukur berada di kosan saya, duduk santai, karena beribu ribu kilometer di afrika sana 22 orang berada di ujung nasib. Saya membayangkan kalau saya yang ditugasi menendang bola itu pasti tiba tiba kaki saya menjadi kaku dan ambruk.
Dan memang adu penalti tidak bisa diduga. 1 orang pemain Jepang entah siapa namanya gagal memasukkan bola, dan menyebabkan kekalahan Jepang. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan pemain ini. Mungkin berminggu – minggu setelah hari ini dia tidak bisa tidur. Bayangkan, pasti di media media dia dicap sebagai pemain gagal yang menyebabkan kekalahan. Entah berapa juta orang penduduk Jepang yang dia buat kecewa.

Layaknya sebuah drama, malam ini di Johannesburg Africa, banyak air mata yang tumpah. Air mata bahagia dan air mata duka cita. Sebagian meratapi nasib karena kekalahan, sebagian meluapkan emosi karena berhasil melangkah 1 tahap lagi yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Semoga saja harakiri sudah tidak diterapkan lagi oleh penduduk Jepang. Karena, mereka bisa kehilangan 11 pemain terbaiknya.