2011/12/09

Sejenak Menikmati Keelokan Bali

Kadang heran juga bagaimana saya bisa sampai di sini. Kalau bukan karena melaksanakan tugas mungkin saya tidak berada di sini, Bali. Sempat juga mengejutkan orang tua di rumah. Karena cukup mendadak saya belum sempat pamitan. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya ke pulau ini. Pas saya SMP juga pernah beberapa hari berputar – putar di Bali.

Kadang kala ironis juga. Turis asing yang berasal dari negara yang berjarak ribuan kelimoter sering mengunjungi pulau ini. Sedangkan penduduk Indonesia sendiri yang ibaratnya hanya tinggal melangkah saja tidak memiliki kesempatan kesini.

Memang tidak salah turis asing jauh-jauh datang ke sini. Pulau ini seolah-olah dari sananya sudah didesign sedemikian rupa untuk dapat dikatakan menarik. Ibarat manusia, pulau ini sudah cantik dari sononya,tanpa perlu make up aneh aneh yang tebal. Kondisi alam dan budaya sangat khas yang mungkin tidak dapat dijumpai di tempat lain.

Disela sela jadwal kegiatan yang ada saya sempatkan berjalan-jalan sejenak. Pasang headset, menyampirkan tas kecil saya kepundak, kaki pun melangkah ke pantai sanur. Kebetulan hotel yang saya tempati tidak jauh dari pantai ini. Sebenarnya pantai seperti ini juga dapat ditemui di ribuan pulau lain yang ada di negeri ini. Namun pantai ini menjadi berbeda karena pantai ini di Bali, kawan. Dari jauh terdengar suara semacam gamelan mengalun. Bau dupa dan bunga tercium. Ternyata sedang diadakan upacara. Hal seperti inilah yang tidak ditemui di tempat lain.

Salut juga bagaimana budaya lokal masih bisa bertahan disini, ditengah berbagai penetrasi budaya lain yang datang. Kehidupan yang sama sekali berbeda. Mobil mobil mewah berlalu lalang. Restoran, café berjajar memenuhi jalan. Orang-orang dari berbagai ras di dunia membaur. Terkadang lupa kalau saya masih di Indonesia. Berbagai bahasa yang aneh dan asing nyantol di kuping saya saat saya berpapasan dengan orang-orang ini.

Semua hal tersebut berdampingan dengan orang-orang berkebaya, bau dupa, dan sesajen di beberapa sudut tempat. Benar benar sesuatu yang kontras, namun keduanya dapat berjalan beriringan. Di satu sisi budaya yang cenderung hedonis dan di sisi lain kesederhanaan budaya lokal.
Terbukti bahwa dengan kebudayaan dan kekhasannya sendiri pun Bali tetap eksis di tengah perkembangan jaman. Justru kebudayaan tersebut menjadi suatu keunikan yang tidak dapat ditemui di belahan lain di dunia.

Beruntunglah Indonesia memiliki Bali, salah satu tujuan wisata terbaik di dunia. Semoga pulau cantik ini tetap ada di hati penduduk dunia.

4 comments:

Piyo said...

Dolan terus iki :-s, meluu!

heh bie, iso nggak sih qt dapet notif tiap ada yang komen ke posting qt, ato kalo komen qt di blog orang dikomen lagi sama sing nduwe blog?

(kyo'e aq tw nanya ngene tapi lali nang sopo, neng blog jg kl nggk salah)

blog e obie said...

hmm.. lek blogger sik g ngerti ak carae.. lek wordpress iso langsung otomatis notif nang email sing d gawe akun

PRASILAzone Herdha said...

woooeeee..bieee wkwkwkkkkkkk..... suweeeee gak ketoroo... hohooo... :D mampir nek blogq bie.. http://prasilazone.blogspot.com/

blog e obie said...

merantau iki, hehe, py kbre