Mengutak atik android memang mengasyikkan kawan. Namun kadangkala dalam mengutak atik tidak selalu sukses. Kadang kala si andro ini ngambek dan ngadat. Seperti yang saya alami pada Lenovo A800 saya. Berawal dari partisi di micro sd yang juga saya jadikan lokasi aplikasi penuh. saya ingin mempartisi ulang micro tersebut. Aplikasi saya centang semua dan saya kembalikan ke memori hape. E lakok ternyata louncher lenovo yang baru kemarin saya instal ikut tercentang. Dan apesnya ternyata memori hape saya penuh pas proses pemindahan. Akhirnya louncher dan banyak aplikasi lainnya sukses eror. Karena lounchernya yang eror otomatis hape saya tidak bisa diapa apakan. Cuma background biru dan bermunculan notifikasi tidak merespon.
Untung setelah browsing sana sini ditambah saya coba coba saya menemukan jawaban masalahnya. Sebelumnya saya berniat instal ulang alias flash si andro. Namun ternyata cara sederhana yaitu Factory Reset berhasil. Browsing sana sini saya tidak menemukan factory reset A800 yang ada tipe lainnya. Namun setelah pencet sana sini akhirnya ketemu juga factory reset lenovo A800. Simpel gan:
1. Matikan hape (cabut baterai kalau nggak bisa)
2. Tekan tombol volume up + power yang lama
3. Muncul menu factory nya
4. Pilih (gunakan volume atas bawah) "clear emmc"
5. Tekan menu d touch screen (tengah di layar) untuk memilih
6. Silahkan tunggu
7. Taraa si A800 kembali seperti awal baru beli
Kondisi A800 saya sudah ter root saat eror. Dan bisa kembali normal. Efeknya tentu semua data aplikasi hilang, harus mengisi aplikasi satu satu dari awal.
Semoga bermanfaat....
2013/08/13
Cara Mudah Factory Reset Lenovo A800
2013/07/12
Review Lenovo A800 - Murah Performa Lumayan Tapi Perlu Agak Ribet
Setelah lama bertahan dengan si mungil galaxy young akhirnya penasaran juga pingin nyoba android lain dengan layar lebih lega. Sampai sekarang si gal-young ini masih tersimpan.Hape andro mungil ini lumayan bermanfaat. Harganya hemat, ukurannya pas ditaruh di setang motor untuk gps. Gps nya cepat dan akurat.
Untuk menggantikan si gal young ini awalnya saya melirik merek branded semisal HTC dan Sony. Samsung sudah agak bosan dengan desainnya. Sempat mengerucut ke beberapa tipe menengah. Namun akhirnya setelah melihat - lihat review saya mulai tertarik dengan lenovo A820 yang ternyata tidak / belum tersedia di Indonesia. Sempet nanya juga ke forum lenovo ternyata tidak ada kepastian kapan tipe ini rilis di Indonesia. Ya sudahlah, karena sudah terlanjur pingin akhirnya saya mengambil tipe dibawahnya yaitu A800.
Kesan pertama memakai lenovo A800 ini lumayan juga. Layar lega 4,5 inci, prosesor dualcore 1,2. Sensitifitas layar juga lumayan, walaupun layar tidak terlalu tajam seperti sony, tapi cukup lumayan dibanding ponsel cina lain yang saya pernah coba. Untuk browsing juga lumayan wus - wus, mungkin juga tergantung sinyal. Tapi tidak masalah, handset ini bisa melahap 2 kartu, bisa dipilih pilih mana yang sinyalnya bagus untuk digunakan mengakses data, dan kartu satunya untuk telfon saja.
Apabila fitur disandingkan dengan harga maka hape ini cukup layak dimiliki. Namun, dengan harga yang miring tentunya ada kekurangannya. Yang pertama dan menurut saya paling krusial adalah GPSnya. Saya sangat memerlukan fitur yang satu ini mengingat saya tipe yang nggak bisa cepet hapal soal jalan. GPS lenovo A800 ini lumayan lemot, untuk lock lokasi. Ketika pertama kali gps diaktifkan dan kita membuka google map maka lokasi yang ditunjukkan lumayan jauh menyimpang hingga beberapa kilo radiusnya. Ternyata setelah saya browsing sana sini beberapa tipe ponsel yang juga menggunakan prosesor yang sama yaitu mtk juga mengalami masalah ini. Yang kedua yaitu lag yang terjadi saat akan kembali ke home screen. Aneh juga memang. Dengan prosesor yang lumayan seharusnya sudah tidak ada lag yang berarti. Apalagi saat digunakan untuk membuka aplikasi/ bermain game juga tidak masalah, namun saat keluar dari aplikasi dan masuk home screen malah nge lag. Nggak parah banget sih, namun terasa janggal saja.
Untungnya beberapa masalah diatas bisa diatasi. Sudah banyak yang membahas jadi silahkan langsung ke sumbernya, di lounge resmi lenovo a800 di kaskus. Setelah hape saya root, tambahkan aplikasi untuk mempercepat lock gps maka gps lenovo a800 ini akhirnya akurat, namun harus diluar ruangan ya biar akurat (tentu saja tidak masalah karena pas kita memakai gps pas di luar ruangan). Masalah lag akhirnya juga jauh berkurang setelah saya gunakan advance task killer yang bisa diunduh di market. Aplikasi ini meng-kill aplikasi lain yang tidak perlu sehingga tersisa ram cukup banyak. Bisa diatur juga frekuensinya setiap beberapa saat aplikasi ini otomatis menghentikan aplikasi -aplikasi lain yang tidak perlu. Karena ciri khas android walaupun tidak gunakan ternyata banyak sekali aplikasi yang berjalan. Setelah aplikasi - aplikasi ini dihentikan kinerja pun jadi enteng.
Kesimpulanya, hape ini jika dibandingkan dengan harganya cukup layak dimiliki.Namun tentu harus agak ribet sedikit untuk mengatasi beberapa kekurangannya. Bagi yang suka mengutak atik kayaknya tidak masalah dengan hal ini.
Update: Dipake game HD pun lancar ternyata, layarnya yang cukup luas juga menjadikan permainan game semakin menarik, saya coba game racing Asphalt 7 yang ukuran file nya 1 giga an juga lancar.
Update 2: GTA Vice City juga lancar.. cuma pas masukin cheat agak nge-lag maklum masih pakai micro sd class 4 2gb bekas galaxy young... klo memori lebih lega mungkin bisa lancar
Update 3: Setelah bosan dengan asphalt 7 dan GTA Vice City saya mencoba game yang lain antara lain Dead Trigger, Shadow Gun, Minion Rush, PES 2012, Temple Run OZ, Dream House. Semuanya lancar di Lenovo A800 ini.
2013/04/28
Mencicipi Budaya Baru
2013/04/22
Cita –Cita
2013/04/03
Foto Prewed Murah Meriah Bonus Kamera DSLR
Kelanjutan dari hobi foto -foto saya kawan, saat ini saya tertarik untuk mencari info yang berbau foto preweding. Dan ternyata biaya foto prewed lumayan juga kawan. Lumayan mengharuskan kita merogoh kocek cukup dalam. Namun sebenernya hal ini bisa diatasi tentu memerlukan sedikit kreatifitas.
Gimana caranya? Simpel. Gunakan uang yang sudah dianggarkan untuk membeli kamera. Kalaupun yang baru kemahalan boleh juga yang second dengan kualitas bagus. Cari kamera yang bisa dikontrol dengan remot. Untuk tipe - tipe yang bisa menggunakan remot silahkan browsing aja ya, saya juga tidak hapal, hehe. Peralatan berikutnya yang diperlukan adalah tripod. Kalau masih kemahalan boleh juga pinjam saja tripodnya. Atau kamera ditaruh di tempat / benda di sekitar lokasi foto.
Untuk foto prewed do it your self ini perlu dibuka pintu kreatifitas seluas - luasnya. Terserah tema apa yang diinginkan. Silahkan diskusikan dengan calon partner hidup anda. Bagaimana dengan lokasinya? lokasi pun nggak perlu yang wow wow kawan. Nggak perlu jauh - jauh ke Bali atau Lombok. Bahkan sekedar di lapangan atau area persawahan pun juga bisa menarik. Toh kalau ingin lebih menajamkan model, background belakang akan dibuat full bokeh alias blur.
Bagaimana caranya? Yah, tentunya harus bisa mengoperasikan kameranya kawan. Nggak perlu bisa banget. Tutorialnya pun bertebaran di internet. Silahkan dibaca dan dipraktekan. Setelah mulai bisa mengoperasikan kamera, sudah bisa mengambil gambar yang tajam tidak terlalu terang atau gelap, fokus pas, saatnya beraksi.
Minta pasangan kawan untuk berada di posisi pengambilan gambar. Atur iso, fokus dan sebagainya. Set mode pengambilan gambar menggunakan remot + timer. Jadi saat shutter diaktifkan menggunakan remot akan ada jeda waktu sesuai timer. Setelah diset silahkan ikutan berpose bersama pasangan. Pencet remotnya.. say cheeseee, jepret!! jadilah satu buah foto prewed. Simpel, terserah gaya apa, tidak perlu sungkan dengan sang fotografer. Biaya hampir sama namun bonus kamera.
Sempet juga bereksperimen mengambil foto dengan metode seperti ini. Saya menggunakan nikon D90, Lensa Nikon 55-200mm dan remot. Remot sengaja khusus saya beli untuk eksperimen ini. Murah meriah kawan, cukup 50rb rupiah, remot nikon mungil sudah ditangan. Hasilnya? lumayan juga kawan. Untuk sesi narsis berdua. Kali ini bahkan tukang foto pun ikut - ikutan pingin difoto, hehe.
Semoga bermanfaat.
2013/03/24
FOTODUNIAKU.WORDPRESS.COM
2013/03/18
Review Amatiran Nikon D90
Setelah beberapa saat berpartner dengan Nikon D3100 dan mulai mengerti sedikit bagaimana mengatur seting manual di kamera DSLR akhirnya saya mulai melirik partner yang lain. Yah, memang sih belum bisa dikatakan sangat menguasai menggunakan partner saya terdahulu, namun saya putuskan untuk sekalian belajar menggunakan partner lain dengan fitur yang berbeda.
Awalnya ada beberapa pilihan. Saya suka Nikon namun tidak ada salahnya juga mencoba canon. Lihat sana sini berbagai review agaknya yang menarik adalah 60D. Namun mempertimbangkan saya sudah familiar dengan Nikon dan saya juga sudah punya lensa untuk Nikon akhirnya pilihan kepada canon dicoret. Untuk Nikon pun masih mengerucut dua pilihan Nikon D5100 dan D90. Dengan budget yang saya siapkan agaknya dua kamera ini yang masuk kriteria.
D5100 merupakan kakak dari partner saya sebelumnya D3100 namun dengan fitur yang lebih lengkap. Disebut – sebut sudah menggunakan sensor terbaru seperti yang digunakan kamera dslr tipe elit sehingga kualitas gambarnya pun bagus. Dilengkapi dengan layar flip yang memudahkan mengambil angle ekstrim. Nggak perlu dlosoran untuk mengambil sudut gambar aneh – aneh. Di salah satu review pun dijelaskan bahwa kamera ini jelas – jelas mengalahkan D90 dalam berbagai hal. Sensor lebih baru, ringan, lebih murah. D90 jadul mahal dan berat.
Namun yang dibahas di forum – forum penggemar kamera berbeda. Ternyata justru D90 mendapat tempat di hati para anggota forum. Kamera jadul dan berat ini ternyata masih banyak diminati. Akhirnya saya putuskan untuk mengambil kamera ini.
Kesan pertama memegang Nikon D90 ini berat namun lebih mantap digenggam. Di bodynya banyak tombol aneh – aneh yang kemudian saya tahu tombol –tombol ini sangat memudahkan dalam mengambil gambar. Misalnya tombol putar untuk speed dan aperture yang terpisah yang sangat memudahkan mengatur speed dan aperture. Di bagian atasnya juga ada lcd monochrome kecil untuk melihat berbagai indicator.
Bagaimana dengan hasil fotonya? Teman saya pernah bilang mungkin hasilnya tidak jauh berbeda tinggal bagaimana kita mengambil gambar. Namun ternyata harga memang tidak bohong kawan. Orang jawa bilang ono rego ono rupo. D90 body nya saja tanpa lensa lebih mahal dari D3100 beserta lensa kitnya, fiuh. Entah Cuma perasaan saya saja atau bagaimana, namun hasil foto terlihat lebih “cling” bersih, warnanya tajam. Rasanya nggak usah diedit juga nggak papa. Hasil yang terlihat di LCD kamera sama setelah dipindah ke laptop. Dulu sewaktu masih memakai D3100 di lcd kamera hasil foto terlihat tajam dan keren, namun entah mengapa setelah dipindah ke laptop hasilnya kurang bagus. D90 ini saya pasangkan dengan 55-200mm dari Nikon juga. Pinginnya saya pasangkan juga lensa fix, tapi ambil nafas dulu, biar kantong nggak jebol.
Untunglah puas dengan hasilnya walaupun sebenarnya saya agak tergesa – gesa memilih kamera ini. Belum terlalu banyak lihat review ini itu saya putuskan untuk memilih tipe ini. Maklum agak kejar tayang soalnya saya pingin jepret2 perayaan nyepi semacam ogoh – ogoh dan omed – omed an. Untuk contoh hasil fotonya bisa dicek di blog saya khusus jeprat - jepret fotoduniaku.wordpress.com.
