2010/07/31

Strategi Domestikasi Terjemahan di JTV

Menonton tayangan sulap di jtv memunculkan ide saya untuk menulis. Saya salut sekali dengan penerjemah acara ini. Acara sulap ini menggabungkan sulap dengan komedi. Jadi, sembari mempersiapkan triknya si pesulap melontarkan lawakan lawakan. Acara ini juga menggunakan dubbing boso jowo khas jtv. Yang menarik, si dubber ini berhasil melakukan domestikasi lawakan - lawakan si pesulap. Sepanjang sepengetahuan saya, lawakan indonesia dan barat berbeda. Di barat lawakan biasanya berupa sindiran tidak langsung. Butuh sedikit berpikir untuk bisa memahaminya. Lawakan disini biasanya langsung. Kadang juga "menyerang" kondisi fisik lawan main.

Nah, terjemahan acara ini berhasil melakukan domestikasi sehingga penonton lokal yang notabene tidak terbiasa dengan lawakan barat bisa memahami dan tertawa (setidaknya saya tertawa). Lawakan tambah menarik karena dubber menggunakan aksen madura. Lucu sekali. Orang bule di dubber dengan logat madura. Silahkan dibayangkan sendiri.

Umur dan Bijak

Lumrahnya umur dan bijak sejalan. Semakin banyak umur seseorang seharusnya orang tersebut semakin bijak karena sudah banyak mengalami berbagai macam cobaan hidup. Namun kadang yang terjadi justru sebaliknya. Kadang semakin tua seseorang justru semakin kekanak kanakan dan bertindak sesuka hatinya.

Seperti yang saya alami hari ini. Hari ini saya berkunjung ke reumah salah satu teman. Setelah ngobrol ngalor ngidul terdengar kegaduhan di luar. Saya pun melongok ke luar. Alangkah kagetnya saya melihat motor saya di jalan. Padahal sebelumnya saya parkir di tepi diantara mobil. Dan di sebelah motor saya ada kakek kakek yang marah marah teriak teriak karena jalannya terhalang. Akhirnya saya pun keluar. Ternyata mobil di sebelah saya parkir tadi mau berangkat jadi motor saya dipinggirkan dulu. Saya diumpat habis habisan oleh kakek itu untuk kesalahan yang tidak saya lakukan. Sebenarnya pun masih banyak ruang untuk kakek itu lewat. Buktinya orang - orang lain yang lewat dengan santainya. Entah apa yang ada di otak kakek ini. Mungkin perlu saya deskripsikan mengenai kakek ini. Sudah lumayan tua. Mungkin 60 tahun ke atas. Dan yang menjadi perhatian saya adalah matanya. Aneh. Mungkin katarak atau semacamnya. Bagian mata yang seharusnya berwarna hitam tidak berwarna hitam melainkan keabu abuan. Yang saya kasihan wanita yang mungkin istrinya yang diboncengnya. Sejak awal sudah berusaha menenangkan si kakek tapi tidak berhasil. Mungkin dia malu karena menjadi perhatian orang orang. Kasihan nenek ini. Dia menikahi orang yang salah. Entah berapa puluh kali kejadian seperti ini sudah dia alami.

Saya mencoba tenang saat diumpat habis habisan. Saya pandangi saja kakek aneh ini. Saya juga memandangi si nenek yang keliatannya kawatir saya ikut ngamuk. Tidak perlu matematika untuk mengkalkulasi ini. Saya yakin beberapa kali tinju juga kakek ini pasti roboh. Melihat kondisinya yang ringkih. Saya lalu masuk ke dalam untuk mengambil kunci karena kebetulan motor saya kunci setir. Waktu saya masuk si kakek teriak teriak lagi jauh lebih keras mungkin sebal karena saya abaikan. Ternyata pas saya ambil kunci orang yang tadi memindahkan motor saya bertindak lebih dulu meminggirkan motor saya. Sebetulnya saya bisa saja meminggirkan dari tadi. Tapi nggak seru. hehe.. Pas saya akan memasukkan motor ke halaman rumah pemilik mobil itu berkata, sabar mas... orang sini memang kasar - kasar...

Hal yang saya alami ini mengingatkan saya tayangan salah satu tv swasta di malang yang porsi tayangan utamanya mengenai agama Budha. Saya kadang iseng melihat stasiun ini. Karena sering kali membahas falsafah hidup. Waktu itu si penyiar menyampaikan kalau manusia itu ibarat buah. Ada tiga macam. Ada buah yang cantik dan rasanya pun manis. Ada buah yang dari luar tidak menarik namun isinya lezat. Namun ada pula buah yang tidak menarik begitu juga isinya pahit. Saya rasa saya baru bertemu orang yang sesuai tipe buah ketiga.

Semoga saja kelak ketika saya tua saya bisa menjadi orang yang lebih sabar lagi. Lebih bijak, dan akan saya tanamkan kebijakan itu di hati cucu saya. Amiiiinn.....

2010/07/30

Tingkah Polah Maba

Tahun ajaran baru telah tiba. Begitu juga dunia perkuliahan. Banyak wajah - wajah baru bermunculan. Terlalu banyak nama baru untuk diingat. Tidak ada satupun nama yang saya ingat, hehe. Sejak dulu saya hobi mengamati tingkah polah mahasiswa baru ini. Berikut akan saya ceritakan hasil pengamatan saya.

Cukup mudah mengenali maba. Terutama yang datang dari daerah bukan perkotaan. Masih lucu - lucu. Baik yang lugu atau yang berpenampilan "gaul". Yang lugu pastinya sudah pada tahu semua lah ya. Potongan rambut standar. Tidak ada aksesoris aneh aneh. Na, yang saya tertarik justru yang "gaul". Sering kali terlihat dipaksakan dan aneh. Mungkin maksudnya kuliah baru penampilan baru. Tapi malah aneh menurut saya. Di musim ospek ini mahasiswa baru juga bisa dikenali dari barang bawaannya. Membawa benda aneh aneh dengan wajah gugup. Biasanya juga diantar oleh seseorang entah ibu, kakak, atau sodara yang lain. Tidak habis pikir saya dengan jalan pikir panitia ospek yang menyuruh juniornya membawa benda - benda ini. Setiap saya ditanyai saya selalu menjawab yang sama. Kalau ada dan murah, beli gak papa. Tapi kalau susah nyarinya, mahal, gak usah. Paling paling dimarahi / dikerjai, gak lebih. Seperti saya dulu pas ospek. Sering banget kena marah.

Berdasarkan pengamatan saya, maba pun memiliki karakter yang berbeda - beda. Ada yang dari awal sudah ketahuan bakat mbeling nya. Baru satu bulan sudah pakai tindik, koleksi minuman keras, dll. Namun tipe yang ini justru tidak terlalu berbahaya. Karena pada dasarnya orang orang seperti ini justru nyantai dan gak terlalu bermasalah. Karena mereka nggak akan ngganggu kalo nggak diganggu. Yang berbahaya justru yang terlalu lugu. Ada dua kemungkinan untuk tipe ini. Pertama mereka akan konsisten lugu, dan hal ini baik. Namun, kemungkinan kedua mereka justru bisa jauh lebih parah dari pada yang sejak awal sudah terdeteksi mbeling. Tipe ini biasanya kurang ajar dan bikin gemas tangan untuk menghajar. (pengalaman kasus pencurian di kos ternyata biang keladinya justru anak yang sangat lugu). Tipe seperti ini biasanya memiliki orang tua yang straigth. Jadi si anak dipaksa tunduk 150% kepada orang tuanya. Begitu si anak ini kuliah, jauh dari orang tua, seolah oleh mendapat kebebasan. Dan rasa kebebasan ini jauh lebih berbahaya dari pada anak yang sejak awal sudah terbiasa bebas.

Satu lagi, ada cerita menarik yang saya alami beberapa hari ini. Kos saya yang sekarang ini bangunan lama. Oleh karena itu kamar mandinya agak mengerikan. Sering ada hewan - hewan tidak jelas merayap di lantai. Oleh karena itu setiap masuk pake sendal jepit. Na.. Suatu ketika ada mahasiswa yang masuk kamar mandi. Dan dengan polosnya sendalnya dilepas dan dijejer rapi di depan pintu kamar mandi. Tersenyum sendiri saya melihatnya. Tipe maba seperti ini menurut saya akan konsisten dengan dirinya. Tidak berubah ke arah mbeling. Cerita yang lain ketika saya dikejutkan bapak kos yang nggeremeng masalah jemuran. Ternyata ada salah satu maba yang menjemur baju (termasuk kolor dan sebagainya) di depan balkon. Perlu diketahui kalau kos saya ini persis menghadap kampus. Jadi.. ya... ada pemandangan yang lain hari itu. Entah dimana anak itu memperoleh tali tampar untuk membentang jemuran. Padahal oleh bapak kos sebenarnya sudah disiapkan tempat untuk menjemur. Lebih tersembunyi namun banyak mendapat sinar matahari.

Maba menurut saya obyek yang sangat menarik untuk diamati. Namun, ungkin ini terakhir kali saya mengamati maba disini. Karena minggu depan saya akan ujian akhir. Entah saya akan mengamati di universitas lain nanti.

2010/07/28

grup / genk

Akhirnya ada kesempatan untuk menulis lagi setelah beberapa hari kerja rodi. Hujan deras, agak dingin, ditemani alunan "kisah terindah" dari Warna, menambah nikmatnya menulis.

Oke, yang akan saya ceritakan ini sebetulnya sudah terjadi minggu lalu. Namun karena lumayan sibuk jadi tidak sempat menulis. Saat itu, saya dan beberapa teman sedang duduk - duduk di kampus menunggu bagian pengajaran buka karena sedang istirahat. Kami ingin menanyakan jadwal seminar hasil yang nggak keluar - keluar. Dua teman yang lain salah satunya senior saya datang. Mereka akan mengurus nilai. Kami pun mengobrol ngalor ngidul sampailah di topik seminar hasil. Si mbak senior saya ini kemudian memberikan selamat. Dia mengatakan, wah.. hebat ya genk kalian, dah hampir selesai semua. Sini salaman satu satu biar ketularan.

Awalnya saya merasa tidak ada yang aneh dari ucapan si mbak tadi. Tapi kemudian saya memikirkan sesuatu. Genk? hmm..... tanpa saya sadari saya punya genk ya? Memang, saya memiliki beberapa teman akrab. Wira wiri kemana mana kami sering bersama - sama. Mulai duduk yang sebaris waktu kuliah, karaoke, nonton, makan, dll. Pas kuliah misalnya, kalau salah satu teman belum datang, teman yang lain akan menyisakan bangku yang "strategis" untuk teman tersebut.

Sebenarnya sejak dulu saya tidak pernah mengenal yang namanya genk. Karena pada dasarnya saya suka berteman dengan siapa saja. Itulah mengapa diatas saya menyebutnya teman akrab / sahabat dan bukan genk. Karena entah mengapa dengan penyebutan "genk" seolah olah pertemanan menjadi terbatas. Saya memang mungkin tidak punya terlalu banyak teman, karena saya tidak menyukai kegiatan kegiatan berorganisasi. Namun, dengan teman saya yang terlalu banyak ini saya sangat terikat. Bahkan awet sampai bertahun tahun tahun. Mulai teman dari sd sampai kuliah. Dan dari dulu saya tidak pernah menyebutnya genk. teman ini adalah orang yang saya nyaman berada di sekitarnya dan mereka nyaman berada di sekitar saya. Saya kadang bicara ngawur dan sering usil. Makanya saya cocok dengan orang - orang yang tidak mudah tersinggung. Mungkin saya kurang cocok dengan orang yang halus sekali, dan terlalu perasa.

Karena sistem yang saya anut ini bukanlah sebuah genk, maka saya terbuka untuk berteman dengan siapa saja. Dan diantara teman teman tersebut, mungkin ada beberapa sahabat saya.

Jadi, siapa sajakah genk anda? kalau saya sih tidak punya, tp saya punya sahabat.

2010/07/25

Sakit selalu datang pada saat yang tidak tepat

Sebenarnya sudah dua mingguan ini saya merasakan kalau badan saya agak kurang enak. Maklum anak kos. output tidak sebanding dengan input. Apalagi dua minggu belakangan ini saya agak kecapekan. Tidur larut malam, siangnya seharian di kampus. Tidak sempat sarapan. Sarapan sekaligus makan siang. Apalagi makan makanan secara ngawur. Banyak warung yang tutup, karena ini musim liburan. Menu yang tersedia itu itu saja, kalau sudah mentok bosen ujung ujungnya mi instan.

Saya sebenarnya sudah menekankan kepada diri sendiri untuk tidak sakit. Setiap makan diluar saya hanya pesan satu minuman: es jeruk / jeruk anget. Sekedar menambah tambahan vitamin c. Saya gak boleh sakit, karena sudah tidak ada waktu lagi untuk sakit. Tapi ternyata sejak kemarin saya KO. Dimulai jumat sebetulnya. Pas jumatan sudah meler saja ini hidung alias flu. Sabtu, flu berubah menjadi pusing. Minggu pagi flu sudah hilang ganti perut eror. Berkali kali ke belakang sampe lemes..

Padahal besok seminar hasil. Untung slide presentasi dan handout sudah saya persiapkan sebelumnya. Karena saya gak belajar. Sekedar baca - baca dikit trus tidur. Hemmh, semoga besok lancar... amiiinn.

2010/07/22

Fiiuuhh..

Menyelesaikan skripsi tepat waktu satu semester memang tidak mudah. Tidak hanya masalah skripsi itu sendiri namun juga banyak faktor eksternal yang mempengaruhi. Seperti yang saya alami. Saya sudah mendaftar untuk seminar hasil minggu yang lalu. sampai tadi siang masih belum mendapat dosen penguji. Sedangkan teman yang lain yang baru mendaftar langsung mendapat informasi mengenai dosen penguji.

Akhirnya saya langsung bertanya kepada ibu dosen yang kebetulan juga memiliki otoritas yang lumayan. Sebetulnya saya sudah mendapat 1 dosen penguji. Namun dosen tersebut akan menghadiri konferensi ke luar negri dan disarankan untuk mencari dosen lain. Jadi saya memutuskan untuk mencari dosen lain. Tugas yang seharusnya dilakukan oleh bagian pengajaran kampus akhirnya saya ambil alih. Saya mencari dosen, tanya waktu luangnya kapan, dan bersedia atau tidak untuk menjadi penguji.

Alhamdullillah akhirnya dosen yang saya minta bersedia. Waktunya pun cocok. Saya harus sesegara mungkin seminar karena tidak ada waktu lagi. Semoga besok jadwal sudah fixed. Amiin..

2010/07/19

Akhirnya Selesai

Setelah berbulan bulan bulan akhirnya selesai juga skripsi yang saya kerjakan. Belum benar - benar selesai sih. Belum ujian seminar dan ujian komprehensif. Selesai maksudnya dari cover sampai lampiran dan revisi dari dosen pembimbing. Puas rasanya.

Skripsi saya ini cukup berbobot. Berbobot bukan konten atau bahasannya, tapi tebalnya, hehe. Total 154 halaman. Hari ini saya foto kopi rangkap empat, jadi 5 termasuk yang asli. Lumayan berat juga bawanya.

Sampai kosan saya keluarkan semua, dijejer satu satu. Wuih, gak nyangka. Membuat benda 154 halaman ini lumayan juga perjuangannya. Tapi senang. Karena topik yang saya ambil kebetulan saya suka.

Sejenak saya pandangi satu satu, dibuka buka. Enggak peduli nanti yang terjadi. Mungkin dicoret coret dengan kejam oleh dosen penguji, hehe. Semangaaat!!