Baiklah. mumpung belum lupa, mumpung lagi semangat, akan saya berikan tips - tips skripsi.
1. Kenali dosen anda. Kenali sifatnya. ALhamdulillah dosen saya enak2. jadi setiap konsultasi kadang sampe ngbrol2 ngalor ngidul.
2. Buat draft perencanaan. Naa ini yang belum saya antisipasi (makanya anda2 semua saya beritahu). Perencanaan sangat penting!!jangan seperti saya. Skripsi sudah jalan, ee.. masih mbulet ini itu.
3. Semangat dan telaten. Harus kita sadari dosen juga punya kesibukan. Nggak kayak kita2 ini pengangguran terselubung. Jadi harus pintar2 cari waktu. Makanya saya bisa sampe seharian di kampus. Menunggu waktu yang tepat. Kalau pas janjian enak. tapi kalau enggak terpaksa menunggu tanpa harapan di kampus. Paling apes kalau sendirian.
4. Selamatkan data / file skripsi. Teknologi memang memudahkan. Tapi kadang juga bisa bikin pusing. file skripsi yang anda susun berbulan bulan bulan bulan bulan bulan (6 bulan) hehe bisa hilang dalam sekejap. Penyebabnya macam macam. Entah kena virus, hard disk rusak, kebanjiran, laptop ilang, dllll. Cara paling mudah dan aman upload saja file anda. Buat akun email khusus untuk mengupload file skripsi. Upload berkala kalau ada perubahan dan jangan lupa tuliskan perubahan yang anda buat. misal, bab 4, lalu ada perubahan upload lagi revisi bab 4. Insyaallah file anda aman. Karena biasanya file di scan dulu. File juga aman karena online. Dimanapun kapanpun anda membutuhkan tinggal pergi ke warnet, print, taraa... jadi deh.
semoga bermanfaat...
-obie-
2010/06/25
Tips Skripsi made in obie!!
capekk...
Skripsi benar - benar menghabiskan tenaga, pikiran, perasaan (halah), hehe. Seminggu ini saya gas pol. Biasanya seminggu cuma konsultasi ke dosen satu kali, minggu ini memecahkan rekor 4X!!! namun efeknya memang hebat. Sering sekali saya begadang. Besoknya nggak boleh keenakan tidur, langsung ke kampus lagi ngejar ngejar dosen. Sampe kosan sore, tenaga tinggal 5 volt. Habis magrib tidur bentar. Bangun beli makan, dengan extra sambel dan teh panas mak nyos, mata langsung on. Begadang lagi.. begitu seterusnya.
Pernah sampe jam setengah 3 pagi (sebenarnya gara2 nonton film sih, hehe). Kebiasaan saya setelah mengerjakan skripsi menonton film sebentar. Naa ini keterusan. sampe setengah 3. Judulnya "the Blind Side" . Sampe berurai air mata gara2 big mike (tokoh utama film ini). Untung nggak ada yang liat. Malu, tampang preman nangisan. Hehe. Film yang sangat menyentuh menurut saya.
Gara gara skripsi juga sampe nggak sempat ngeblog. Adaaa saja yang salah. Adaaa saja yang saya kurang sreg / bingung sehingga perlu konsultasi dosen.
Masih dalam suasana skripsi, akan saya berikan beberapa tips di artikel selanjutnya! semangaat!!
2010/06/22
Satu Lagi Yang Ujian
berbekal kamera pinjaman, foto2 dulu.. hehe..(pada saat foto ibu dosen pembimbing berdiri di ambang pintu... cuek ah..)Setelah dihitung hitung ternyata waktu yang tersisa, kalau mau lulus semester ini, tinggal sekitar satu setengah bulan lagi. Hii... gak menyangka waktunya sudah mau habis. Tinggal satu bab lagi, dan menunggu revisi bab 4 dari dosen satunya, bisa seminar hasil. Setelah revisi seminar hasil baru bisa ujian.
Hitungan mundur deadline skripsi dimulaiiiii!!!semangat!!
2010/06/21
Waktu, Cepat Sekali yah kamu berlalu?
Hari ini salah satu teman saya ujian skripsi. Hemm, insyaallah sebentar lagi saya juga menyusul. Waktu menunggu teman saya ujian, kami (saya dan teman – teman saya yang lain) ngobrol – ngobrol diluar. Kami saling bertanya rencana setelah lulus kuliah nanti. Ada teman yang bertanya ide usaha. Namun sayangnya semua ide yang terlintas di kepala memerlukan modal lumayan besar, jadi masih menemui jalan buntu. Ada satu teman yang ditawari untuk mengajar oleh kampus namun masih pikir pikir. Rasanya pembicaraan itu aneh. Aneh, karena saya tidak menyangka sedemikian cepat waktu berlalu.
Saya masih ingat betul bagaimana saya pertama kali di sini. Saya masih ingat bagaimana suasananya, bagaimana cuaca waktu itu, bagaimana matahari bersinar, bagaimana angin berhembus waktu itu. Waktu itu saya diantar bapak dan ibu saya menunggu teman saya yang lebih dulu di malang, di depan salah satu fakultas di kampus saya. Waktu itu benar – benar tidak ada rencana apapun. Akhirnya saya dan teman saya menginap di kosan senior saya waktu SMA. Kemudian menginap di kontrakan sepupu teman saya tersebut. Dan akhirnya saya dan teman saya kos di tempat kos yang sama dengan kakak teman saya tersebut yang untungnya akhirnya ada kamar kosong.
Saya masih ingat betul betapa anehnya ketika pertama kali mendengar dan mengucapkan kata ”kampus”. Saya masih ingat betul ketika ibu saya membelikan peralatan yang diperlukan ospek (yang akhirnya saya memilih dihukum saja daripada membawa benda2 aneh2 itu). Saya juga masih ingat, betapa semua masih terasa asing. Teman baru, suasana baru, dan sebagainya. Semua masih jelas dan tidak perlu mengingat ingat. Seolah – olah itu baru saja terjadi.
Sekarang, hampir empat tahun kemudian setelah peristiwa itu, alhamdulillah saya masih orang yang sama, masih obie yang dulu, gak tahu mode fashion, gak gaul, ndeso. Dan alhamdulliah saya akan segera menyelesaikan studi saya di sini, Insyaallah. Memang benar, gunakanlah waktumu sebaik baiknya. Gunakan mudamu sebelum datang masa tuamu. Gunakan lapangmu sebelum datang sempitmu. Gunakan sehatmu sebelum datang sakitmu. Gunakan hidupmu sebelum datang matimu. Gunakanlah untuk hal yang bermanfaat. Karena apa? Karena kita tidak akan pernah menyadari cepatnya waktu berjalan.
(entah kenapa perasaan saya jadi aneh waktu menulis ini)
-obie-
2010/06/17
Miras Oplosan Perenggut Maut
Akhir – akhir ini sering kita lihat di tayangan televisi banyak korban berjatuhan gara – gara miras oplosan. Sungguh kematian yang sia – sia menurut saya. Saya tidak habis pikir apa yang dipikirkan oleh pembuat miras oplosan ini. Saya pernah melihat di salah satu televisi swasta bagaimana miras oplosan ini dibuat. Dimulai dengan membeli alkohol 70% di toko kimia atau apotik. Na, ini yang membuat saya ngeri. Saya dulu sering berkutat dengan alkohol 70% ini waktu sma, kebetulan mendapat tugas membuat awetan serangga dan biota laut. Alkohol 70% ini baunya sangat menyengat, dan kalau tidak sengaja terkena kulit sejenak kulit jadi mati rasa. Saya tidak habis pikir bagaimana cairan ini bisa diminum manusia.
Lebih ngeri lagi ternyata membuatnya tidak ada takaran pasti. Di tayangan televisi tersebut si pembuat dengan santainya mencampur air, alkohol, dan perasa ke dalam sebuah bak plastik. Perasa dibuat dengan mencampur gula, perasa buah, dan pewarna ke dalam panci kemudian dipanaskan. Entah berapa persen kandungan alkohol dalam miras buatan lokal ini. Setelah jadi miras tersebut dikemas dengan botol bekas air mineral atau botol bekas minuman keras bermerek.
Di akhir acara, reporter mewancarai pembuat miras yang ditahan polisi. Si reporter bertanya bagaimana tanggapan si pembuat mengenai banyaknya korban tewas gara gara miras buatannya. Apa coba jawaban si pembuat? Si pembuat miras menjawab ”loh, yang menyuruh mengoplos miras siapa?” ”salahnya sendiri pakai dioplos oplos”. Gubrakk!! Saya sampe shock mendengarnya.
Memang, miras buatan lokal ini gak usah dioplos pun sudah berbahaya. Apalagi dicampur dengan bahan aneh aneh seperti minuman penambah stamina.
Trus yang salah siapa? Yang jual, yang buat, apa yang minum? Hemm.. seandainya saja semua pihak baik yang membuat, jual, ataupun pembeli punya akal sehat dan iman yang kuat mungkin saja banyaknya korban tewas ini tidak perlu terjadi.
2010/05/27
Tabung Gas = the next terorist?
Saya salut sekali dengan kinerja Densus 88 yang berhasil membasmi teroris sampai ke akar akarnya. Suatu saat nanti mungkin teroris akan habis dan tidak lagi berkeliaran di negara ini yang dapat membuat rupiah anjlok seketika, turis hengkang, devisa pun lenyap. Devisa lenyap program kesehatan, pendidikan untuk rakyat pun tinggal kenangan.
Namun, apakah teroris hanya manusia? Menurut saya, disadari atau tidak di setiap rumah kita terdapat benda yang berpotensi untuk menjadi teroris. Benda bulat berwarna hijau ini siap mengintai pemiliknya yang lengah, dan seketika menghancurkan semua hal di dekatnya.
Mungkin hampir setiap hari kita mendengar atau melihat tayangan berita mengenai ledakan tabung gas. Ada yang dapurnya hancur, rumah terbakar, dan sebagainya.
Di rumah saya sendiri pun pernah mengalami suatu kejadian. Bukan ledakan sih. Namun gas lpg yang baru dibeli sudah habis. Padahal baru beberapa saat dipakai. Entah gasnya habis atau macet. Yang jelas tidak bisa menyalakan kompor. Akhirnya, untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan gas tersebut akhirnya ditukar.
Berbagai kejadian ledakan gas ini juga digunakan beberapa oknum untuk mencari keuntungan. Ada yang menawarkan pengaman tabung lpg yang harganya beratus – ratus ribu. Kebetulan waktu ditawari ibu saya tidak membeli. Bukannya nggak ingin aman, namun memang karena harganya tidak wajar. Apalagi si penjual membawa –bawa nama pertamina. Beberapa hari kemudian saya baca di koran di sebuah iklan kalau pertamina tidak pernah bekerja sama dengan pihak manapun untuk menjual peralatan gas lpg.
Buruknya kualitas si bundar hijau ini mau tidak mau menimbulkan kegelisahan di masyarakat. Kalau misalnya kesalahan terjadi waktu pemasangan, mungkin sebaiknya desain antara regulator dan mulut tabung perlu diperbaiki. Jadi pengguna tinggal ”clek” dan regulator bisa terkunci rapat sehingga tidak ada kebocoran gas.
Mungkin perlu dibentuk satgas anti teror si bundar hijau ini (hehehe.. lebay ya?). yang bertugas mencegah dan mengatasi apabila terjadi ledakan gas di masyarakat.
Memang kehati-hatian adalah yang paling utama. Namun edukasi yang cukup kepada masyarakat mengenai keamanan dalam penggunaan gas lpg juga penting. Ya.. memang kesalahan tidak hanya terletak satu atau dua pihak saja. Banyak faktor yang menyebabkan alat rumah tangga yang seharusnya aman ini, bahkan lebih aman dari pada kompor minyak tanah, menjadi berbahaya. Semoga tabung gas bundar ini tidak lagi menjadi teror di masyarakat. Karena sebetulnya tabung gas ini memiliki banyak kelebihan dari pada kompor minyak tanah.
2010/05/18
Manusia dan Kekurangannya
Mungkin manusia adalah ciptaan Allah SWT yang paling unik. Manusia bisa sangat taat seperti halnya malaikat. Namun sebaliknya manusia juga bisa begitu jahat bahkan lebih jahat dari setan. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Semua diciptakan dengan “keunikan” masing – masing. Ada yang menyadari bahwa “keunikan” ini entah bagaimana wujudnya adalah sebuah kelebihan dan anugrah. Namun tak sedikit juga yang menyebut “keunikan” ini adalah kutukan dan bukti bahwa Allah tidak sayang padanya. Berbahagialah mereka yang sebetulnya memiliki kekurangan namun entah bagaimana mereka justru memahami bahwa itu adalah kelebihan yang diberikan oleh Allah untuk orang – orang tertentu yang mungkin bagi orang kebanyakan sangat sulit menerimanya.
Sekelumit pendapat saya diatas merupakan hal yang saya pikirkan setelah saya mendapatkan pengalaman ini. Hari kamis yang lalu, seperti biasa saya dan bapak saya mengantar pesanan ke agen langganan. Kali ini saya yang menyetir. Tidak ada kejadian yang aneh. Hanya beberapa kali pemuda pengendara sepeda motor marah – marah. Jalan yang saya lalui ini memang agak sempit namun lalu lintasnya lumayan ramai. Dan namanya juga pemuda gak mau ngalah. Beriring –iringan di jalan yang sempit. Di klakson2 ee.. malah ngamuk2.
Lalu sampailah saya di sebuah jembatan kecil. Di tembok jembatan itu ada seorang gadis kecil memakai baju hem dan celana (saya kira cowok) berambut panjang sebahu. Tidak ada yang aneh dari gadis belasan tahun ini kecuali, (maaf bukan maksud saya menjelekkan sesama makhluk Tuhan, namun ini hanya untuk menjelaskan) mata sebelah kanan anak ini (kalau orang jawa bilang) “kero”, atau mata yang sebelah kanan menghadap arah yang tidak sama dengan yang sebelah kiri. Sebenarnya sih gak ada masalah dengan ini. Namun yang membuat saya tertegun dan heran, anak ini duduk duduk sambil merokok.
Tanpa saya sadari ternyata saya menatap anak ini terlalu lama. Mungkin dia tersinggung dan menatap saya balik ke arah saya dengan mata melotot. Saya langsung sadar dan mengalihkan pandangan ke jalan lagi.
Saya tidak habis pikir. Tidak percaya dengan apa yang saya lihat. Awalnya saya simpati dengan anak ini terutama dengan kondisinya. Namun setelah melihat dia menghisap rokok (sambil bersandar di pagar jembatan dan kaki agak jigang) saya berpikiran sebaliknya.
Seharusnya dengan “keunikan” yang dia miliki dia menyadari dan berhati – hati dalam bersikap. Apalagi dia masih anak – anak, yang sangat belum waktunya merokok. Ah, saya tidak tahu apa yang ada di benaknya. Juga apa yang terjadi dengan hidupnya.
Sampai di rumah saya masih teringat kejadian ini. Memang, manusia adalah makhluk yang unik..

