2010/05/05

Masalah Memang Mendewasakan Tapi Masalah Tidak Usah Dicari

Kemarin saya mengantar ibu belanja ke pasar. Tau sendiri kan suasana pasar tradisional? semrawut. Alhamdulilah dapat parkiran yang enak. Sembari menunggu ibu belanja saya baca koran di mobil. Tak lama kemudian ibu - ibu berseragam pns masuk ke mobil di sebelah saya. Dia lalu memanggil tukang parkir untuk membantu masuk ke jalan raya. Tukang parkirnya masih muda, tapi sama sekali gak hormat sama si ibu. Lalu mas parkir ini memulai tugas nya "ayo mundur bu terus terus". Naa... masalahnya, mungkin si ibu ini masih supir pemula (seperti saya hehe) belum mengembalikan posisi setirnya ke lurus. Dulu pas awal2 belajar nyetir saya juga pernah mengalami. Posisi setir sudah lurus tapi ban belum lurus karena kurang putaran setir. Ujung mobil si ibu mengarah ke mobil saya. Saya lalu memanggil mas parkir "mas ban e urung dikencengno, sampeyan kongkon terus ae" (bannya posisinya belumm lurus kok disuruh mundur terus). Dengan enteng dia menjawab, "sik adoh ae!". Akhirnya Mas parkir yang aneh ini memeberi komando kepada si ibu yang menurut saya kurang sopan, "kencengno dhisik setire ojo menggok"! (diluruskan dulu setirnya). Akhirnya setelah beberapa saat mobil si ibu berhasil meninggalkan parkiran dengan sukses.

Tak berapa lama mobil berikutnya parkir. Ternyata cuma sebentar. Si mas parkir pun beraksi lagi. Tanpa toleh kanan kiri mas parkir nyelonong ke jalan raya. bruuuuaakk....sreeettt....Pengendara yang berboncengan mengendarai supra 125 hitam ndlosor....menabrak si mas parkir. Seketika Mas Parkir langsung bangkit sambil ngomel2 ke pengendara motor yang tertimpa musibah gara2 dirinya ini. Bukannya ditolongin Pengendara sepeda motor ini malah diomeli habis habisan. Jelas jelas dia yang seenaknya nyelonongn malah ngomelin orang. akhirnya bapak - bapak pengendara motor ini naik pitam mau menghajar si mas parkir. Saya memahami perasaan si bapak. Dia sudah bersusah payah menghindari mas parkir sampai dia sendiri jatuh motornya rusak eee yang diselamatkan malah ngomel2. Mending ditabrak sekalian.

Untung ada bapak bapak yang duduk di kios melerai.Bapak ini sabar banget. Dia bantu si penegendara motor sampai ketepi. Sedangakan mas parkir menjauh sambil tetep ngomel2. Orang - orang di depan pasar semua menyalahkan tukang parkir "makane... lek salah i ojo kakehan cangkem.."(kalau salah jangan malah ngomel ngomel)"Gak nulungi malah kakehan cangkem" (bukannya menolong malah ngomel).

Yah mungkin ini pelajaran untuk mas parkir yang masih muda ini supaya berhati hati.

2010/04/01

Konsultasi Skripsi

Akhirnya, saya menghadapi tahap yang pasti dialami oleh semua mahasiswa di indonesia. Skripsiii!! Dan saya harus melalui proses pembimbingan skripsi yang panjaang.
Hari ini untuk kesekian kalinya saya menunggu dosen untuk bimbingan skripsi. Alhamdulilah, saya mendapat dosen yang lumayan enak. Beliau nya mau di sms untuk janjian pembimbingan. Juga mau sms saya apabila ada perubahan sewaktu waktu sehingga saya tidak perlu menunggu terlalu lama di kampus. Hari ini ibu dosen pembimbing saya sms bahwa bimbingan skripsi diundur jam 4.15 sore setelah beliau selesai mengajar.
Skripsi memang banyak godaannya ( akan saya ceritakan di lain artikel). Jam 3, satu jam sebelum keberangkatan ke kampus hujan deras. Mendung pekat menghiasi langit. Alhamdulilah saya mendapat pinjaman payung. Benda yang selalu membuat saya merasa aneh saat memakainya ini akhirnya menemani saya ke kampus.
Sesampainya di kampus ternyata sudah sepi senyap. Maklum, sudah sore, hujan lagi. Pasti yang ”jatah” absennya masih aman memilih untuk membolos dan melanjutkan tidur saja. Saya sendirian bingung menentukan posisi. Ada tempat yang nyaman, ada kursinya, tapi tidak saya pilih karena tidak strategis. Saya tidak bisa memantau dosen pembimbing saya sudah ada atau belum. Biasanya sih bisa duduk di luar. Selain udaranya sejuk, saya bisa memantau dengan lebih leluasa, bahkan memantau mobil dosen pembimbing saya. Hehe...kalau mobilnya menghilang berarti orangnya ikut menghilang. Akhirnya setelah berputar – putar nggak jelas dan mungkin sudah puluhan kali saya melirik jam di hp butut saya, diputuskan untuk menunggu di lorong ruang dosen. Sungguh tempat yang tidak strategis. Selain posisinya yang menghalangi orang lewat, juga sewaktu – waktu harus siap diusir ibu dekan yang selalu berpatroli.
Sendirian di lorong, tiba – tiba membuat semua hal begitu menarik. Beberapa menit saya mengamati tabung pemadam kebakaran yang tergantung di dinding. Mereknya savior. Entah sudah berapa kali saya lewat lorong ini, ratusan, mungkin ribuan sejak saya mulai kuliah. Tapi baru kali ini saya tahu merek pemadam kebakaran ini.
Setelah beberapa kali melewati saya, akhirnya seorang ibu dosen bertanya kepada saya ”nunggu siapa nak?” Saya jawab ”menunggu Bu Esti” (dosen pembimbing saya), ”sudah dihubungi?” tanyanya lagi. ”sudah sms bu, katanya jam 4.15, mungkin masih ngajar” jawab saya. Mungkin bu dosen ini heran. Lawong sudah sepi kok masih ada makhluk di sini. Hehe.. sayang tidak ada tempat untuk berkaca. Saya pingin tahu apa muka saya begitu memelas waktu itu. Hehehe
Setelah hujan agak reda saya memutuskan menunggu di luar saja. Malu kalau ada dosen yang tanya lagi.hihihi. Akhirnya, setelah beberapa saat ibu dosen pembimbing saya nampak dari kejauhan. Alhamdulillah...tidak sia – sia perjuangan saya. Akhirnya bab 2 saya di acc dan bisa melanjutkan bab 3. horeee....

2010/03/27

Selamat Tinggal XL ku...

Beberapa hari yang lalu tiba - tiba XL saya eror. Ada tulisan di hp registrasi kartu sim gagal. Awalnya saya kira hpnya yang eror. Kemudian saya coba menggunakan sim card saya yang lain yang simpati. Ternyata lancar. Berarti memang yang eror sim card nya. Saya tunggu beberapa saat kalau kalau bisa normal dengan sendirinya.(o'on ya?hehe). Solanya pengalaman milik teman dan ibu saya yang normal dengan sendirinya. Dan apesnya lagi karena eror tidak bisa diisi pulsa. Sebenarnya gak papa nggak bisa diisi pulsa. Masalahnya nomor xl saya ini diujung masa tenggang. Akhirnya, masa tenggang pun terlewati.

Sebenarnya eman juga nomor xl saya yang satu ini. Pertama, karena nomornya saya hapal. hehe. Saya paling males menghapalkan nomor hp. Kedua, nomor ini yang saya berikan kepada orang - orang yang saya anggap penting misalnya saudara, dosen, dll. ketiga, nomor ini bersejarah. Saya sudah menggunakannya bertahun tahun tahun, sekitar 6 / 7 tahun sejak saya sma. Nomor ini dulu belinya urut sekeluarga. Mulai nomor ibu saya, saya, lalu kakak.

Walaupun xl sering eror saya tetap eman eman. Ee... lakok simcardnya yang eror. Ya sudahlah... selamat tinggal xlku...

2010/03/20

Telkomsel Flash Malang Eroooorrrr

Jumat (19 Maret)terjadi sesuatu dengan Telkomsel Flash saya. Tiba - tiba koneksi ngadat.Padahal lagi penting nyari sumber skripsi. Awalnya saya kira cuma punya saya yang eror. Ternyata setelah menghubungi beberapa teman juga mengalami nasib yang sama.

Kalau operator lain yang eror sih wajar. Telkomsel gitu lo. Lakok eror.
Gimana ini telkomsel????
(tulisan singkat ini dibuat dengan akses wifi....)

2010/03/17

Semboyan Perokok

Masih berkaitan dengan artikel sebelumnya tentang rokok. Berikut ini beberapa semboyan perokok yang saya peroleh dalam pengalaman saya sehari hari:
- mending gak makan dari pada nggak merokok
- mati itu takdir nggak bisa ditunda / dipercepat. kalau sudah waktunya mati ya mati. ngumpet dimanapun tetep aja mati. Demikian juga dengan merokok. Merokok / nggak toh tetep mati.. jadi masa bodo gangguan kesehatan dan janin


kalau saya:
- enakan makan!!!apalagi es krim coklat!!!
- mati memang takdir...setidaknya kita memilih mati yang baik dan tidak menyusahkan...

he...he...

gak pingin berhenti merokok??

Berikut ini beberapa manfaat kalo berhenti merokok yang saya kutip dari kompas.com
20 menit setelah berhenti merokok, denyut jantung menurun.

- 12 jam sesudahnya, kadar karbon monoksida dalam darah turun hingga menjadi normal.

- Dua minggu hingga 3 bulan setelah berhenti, risiko serangan jantung mulai turun. Fungsi paru mulai membaik.

- 1-9 bulan setelah berhenti, keluhan batuk-batuk dan sulit bernapas mulai berkurang.

masih menurut kompas manfaatnya masih banyak yang lain. 15 tahun berhenti merokok, maka tidak lagi memiliki resiko masalah kesehatan seperti halnya yang tidak pernah merokok. (itupun kalo sampeyan masih hidup 15 tahun lagi...hehe...)

2010/03/08

Gelas Kopi / Wadah pulpen??

Horee!! Akhirnya setelah bertahun – tahun kuliah saya punya kartu perpustakaan. Hehehe...ketahuan banget ya kalo nggak pernah pinjem buku. Sebetulnya bukannya nggak pernah pinjem. Tapi selama ini biasanya nunut kartu milik teman. Karena saya paling males daftar mendaftar. Padahal syaratnya Cuma foto kopi ktm, foto 3x4, sama uang 20rb.
Berhubung saya perlu banyak buku referensi untuk skripsi, mau nggak mau akhirnya saya mendaftar. Di hari pertama ini saya langsung pinjam 3 buku yang merupakan jumlah maksimal peminjaman. Mas petugas menyodorkan lembar peminjaman yang harus saya isi dengan judul buku dan tanggal peminjaman. Setelah itu mas petugas memberi stempel tanggal pengembalian.
Naaa....ada kejadian memalukan. Kebetulan pulpen yang saya pakai adalah pulpen mas petugas. Setelah selesai saya bermaksud mengembalikan pulpen tersebut. Saya bertanya mas, pulpen nya sudah, ditaruh mana? Tapi masnya pada saat itu sibuk berbicara jadi tidak terlalu mendengar pertanyaan saya. Akhirnya saya inisiatif untuk meletakkannya di ”tempat” pulpen. Perlu diketahui tempat pulpen dll ini posisinya sedikit tertutup meja, dan berada agak ke bawah jadi tidak begitu terlihat.
Dengan tenang saya masukkan pulpen itu ke ”tempat” nya. Tiba – tiba si mas ini berteriak histeris. Saya pun kaget. Ternyata..... gelas yang saya kira ”wadah” pulpen itu berisi kopi. Hehe...
Saya pun ngeles, wis karek titik ae mas...(tinggal sedikit aja mas..) sambil tak lupa saya minta maaf. Maksud hati mengembalikan pulpen apa daya kopi menjadi korban. Sory mas...hehe...wis karek titik ae lo....hehe...